Nasional

Jalan Tendean Masih Ditutup Imbas Truk Tabrak JPO, Kendaraan Dialihkan

Channel9.id – Jakarta. Jalan Kapten Tendean, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan masih ditutup di dua lajur hingga Selasa (14/7/2026) sore. Penutupan terjadi karena adanya proses pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ditabrak oleh truk pengangkut ekskavator pada Selasa dini hari.

Dikutip dari unggahan akun X TMC Polda Metro Jaya, petugas masih melakukan pemotongan bagian JPO yang rusak akibat benturan hingga pukul 15.56 WIB.

“Situasi terkini di Jl. Kapten Tendean imbas JPO ditabrak truk masih dalam penanganan pemotongan. Diimbau bagi para pengendara agar mencari rute alternatif,” tulis TMC Polda Metro Jaya.

Penutupan jalan ini berimbas pada kemacetan di sejumlah ruas jalan utama Jakarta Selatan, seperti di Jalan Gatot Subroto, Jalan Wijaya, Senopati hingga Jalan Tutty Awaliyah. Kepadatan kendaraan juga terjadi di Jalan Warung Buncit Raya dari arah timur serta Jalan HR Rasuna Said.

Petugas telah menutup jalan dan melarang kendaraan melintas sejak dari Lampu Merah Senopati. Kendaraan dari Jalan Wijaya diminta belok kanan ke Jalan Wolter Monginsidi ke arah Blok M.

Polisi juga menutup lampu merah Kuningan bagi kendaraan yang akan menuju Mampang. Kendaraan dari arah Senayan diminta lurus menuju Pancoran. Begitu pula dari arah Kuningan dan Mampang di mana kendaraan tidak diperkenankan melintas.

Untuk mengurangi kepadatan kendaraan, petugas menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi.

Kendaraan dari arah Jalan Suryo dialihkan menuju Jalan Wolter Monginsidi. Sementara kendaraan dari arah Mampang yang hendak menuju kawasan Blok M diarahkan melalui Jalan Warung Buncit Raya.

Selain itu, kendaraan dari arah simpang HR Rasuna Said diluruskan menuju Warung Buncit guna menghindari penumpukan kendaraan di persimpangan.

Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, dihantam truk pengangkut alat berat atau crane hingga nyaris roboh pada Selasa (14/7/2026) dini hari. Akibat benturan tersebut, salah satu tiang penyangga JPO terlepas dari fondasi sehingga struktur jembatan harus segera dievakuasi demi alasan keselamatan.

Dari pemeriksaan sementara aparat, diduga saat peristiwa itu terjadi, sopir truk tersebut sedang menggunakan ponsel alias handphone (HP).

Truk sudah bisa dievakuasi. Tapi karena jembatan nyaris roboh dan membahayakan akhirnya jembatan dibongkar.

Hingga Selasa sore, proses evakuasi masih berlangsung dan Jalan Kapten Tendean arah Blok M belum dapat dilintasi kendaraan.

“Penanganan kami dari Bina Marga yang pertama kita akan membongkar JPO ini. Karena kita lihat pondasinya yang sebelah sini tiangnya sudah lepas, mau tidak mau kami harus lepas. Pelepasan itu juga tidak bisa setengah, harus seluruhnya. Karena kan apa? Karena kami tidak punya penunjang di tengah,” kata Kasudin Bina Marga, Rifki Rismal kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  9  =