Channel9.id-Jakarta. Kita patut menyambut baik pada perhelatan musik ‘MASA Sound: The Symphony of the Creative Movement’ yang digelar di Glassdome, Singapura, pada 12 Juli 2026. Sebuah perhelatan musik yang menjadi panggung baru bersejarah bagi musisi Indonesia.
‘Kita menekankan pentingnya momen diplomasi kreativitas melalui musik antara Indonesia dan Singapura yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, serta musisi lintas generasi dan daerah dalam satu panggung untuk memperkenalkan wajah baru musik Indonesia kepada dunia tersebut, “ kata Direktur Kreatif MASA SINGAPORE 2026, Satriya Gunirta dalam siaran pers MASA di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Lebih lanjut, Satriya menerangkan tentang program MASA Sound. “MASA Sound adalah panggung baru dan audiens baru bagi musik Indonesia, “ terangnya.
Menurut Satriya, setiap musisi dalam ‘line-up’ ini membawa serpihan rumah mereka masing-masing, dan menghadirkan energi itu ke Singapura. “Lengkap dengan debut internasional serta suara-suara dari Indonesia Timur dan generasi baru musik Indonesia, momen yang bersejarah untuk musik Indonesia,” bebernya.
Grup vokal perempuan MARBLES, menjalani debut internasional mereka di acara tersebut.
Girl group Indonesia yang merilis lagu ‘HOMPIMPA’ itu membawakan penampilan yang memadukan pop modern dengan identitas lokal.
“Setiap kemenangan kecil layak untuk dirayakan,” kata MARBLES.
Grup yang dianggotai oleh Quilla, Kyka, Beverly, Daniella, dan Tiffany itu mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perayaan atas setiap pencapaian Indonesia, terutama MASA adalah ruang di mana kreativitas, keberagaman, dan berbagai cerita bertemu untuk menunjukkan apa yang mampu dicapai ketika melangkah maju bersama.
Acara ini menghadirkan perpaduan lintas genre dan latar belakang, mulai dari lagu-lagu bertema persatuan dan kebangsaan oleh Pengayoman, eksplorasi kekayaan Indonesia Timur oleh Bams Conoras (President Tidore) dan Alan Darmawan, hingga penampilan pop dari Bernard Dinata (Lullaboy), hip-hop oleh Matter Mos, dan sajian penutup malam yang menggabungkan musik, seni visual, dan budaya kontemporer dari Ican Harem (Future Loundry).
MASA Sound turut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Hukum Prof. Eddy Hiariej, Managing Director Emtek Sutanto Hartono, serta CEO Universal Music Southeast Asia Calvin Wong.
Kontributor: Akhmad Sekhu





