Dari MUA hingga Calon Guru, Shafa dan Dehan Kejar Mimpi Lewat Penmaba Disabilitas UNJ 2026
Nasional

Dari MUA hingga Calon Guru, Shafa dan Dehan Kejar Mimpi Lewat Penmaba Disabilitas UNJ 2026

Channel9.id-Jakarta. Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaba) Mandiri Jalur Disabilitas Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 2026 tak hanya menjadi ajang seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga menghadirkan kisah perjuangan para penyandang disabilitas dalam meraih pendidikan tinggi yang setara.

Sebanyak 138 peserta mengikuti seleksi yang digelar di Kampus A UNJ, Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 125 peserta, mencerminkan meningkatnya minat penyandang disabilitas untuk melanjutkan studi sekaligus kepercayaan terhadap layanan pendidikan inklusif yang dikembangkan UNJ.

Di antara ratusan peserta itu, terdapat kisah Shafa Keila Wardhani dan Dehan. Meski berasal dari latar belakang berbeda, keduanya memiliki tekad yang sama, yakni mengembangkan potensi melalui pendidikan tinggi.

Shafa Keila Wardhani, penyandang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) asal Temanggung, Jawa Tengah, memilih Program Studi Tata Rias Fakultas Teknik. Ketertarikannya pada dunia kecantikan telah tumbuh sejak kecil dan kini berkembang menjadi profesi sebagai make-up artist (MUA).

Lulusan SMA Islam Secang itu mengaku telah menerima berbagai pekerjaan sebagai MUA. Pengalaman tersebut mendorongnya memperdalam ilmu tata rias melalui pendidikan formal agar semakin siap bersaing di dunia kerja.

Perjalanan Shafa tidak selalu mudah. Ia mengaku pernah mengalami perundungan akibat kondisi yang dimilikinya. Namun, dukungan keluarga membuatnya mampu bangkit dan terus mengembangkan kemampuan.

“Awalnya saya pernah dibully, direndahkan. Tetapi saya berusaha bangkit karena keluarga selalu mendukung saya,” ujar Shafa.

Saat mengikuti ujian, Shafa mengaku sempat mengalami kesulitan pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Meski demikian, ia merasa nyaman karena mendapat pendampingan dari Relawan Disabilitas (REDIS) UNJ sejak tiba di kampus hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.

“Mulai dari datang ke kampus sampai selesai ujian, saya merasa sangat terbantu. Semua relawan mendampingi dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Dehan, lulusan SLB A Pembina Tingkat Nasional Jakarta yang merupakan penyandang tunanetra, memilih Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan. Ia bercita-cita berkontribusi dalam pengembangan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Ketertarikannya pada dunia pendidikan tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama ketika sering membantu teman-temannya memahami materi pelajaran.

“Saya senang melihat cara guru mengajar. Dari situ saya mulai tertarik dengan pendidikan khusus,” ujar Dehan.

Ia juga memilih UNJ karena banyak alumni sekolahnya yang telah lebih dahulu menempuh pendidikan di kampus tersebut. Kehadiran para senior diyakini akan membantu proses adaptasi apabila dirinya diterima sebagai mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ Prof. Ifan Iskandar mengatakan jalur disabilitas merupakan wujud komitmen UNJ dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, meningkatnya jumlah peserta menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan publik terhadap layanan yang disediakan UNJ.

Sementara itu, Rektor UNJ Prof. Komarudin menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, UNJ terus memperkuat layanan pendampingan, aksesibilitas fasilitas, serta sistem pembelajaran yang mendukung kebutuhan mahasiswa disabilitas.

Kisah Shafa dan Dehan menjadi gambaran bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar membuka pintu menuju perguruan tinggi, tetapi juga menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi dan mewujudkan cita-citanya.

Baca juga: Peserta Penmaba UNJ Jalur Disabilitas Naik, Layanan Inklusif Terus Diperkuat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  77  =  82