Satgas PRR Kawal Program Pemulihan Pascabencana
Nasional

Satgas PRR Kawal Program Pemulihan Pascabencana

Channel9.id-Jakarta. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera akan mengawal pelaksanaan program yang tertuang dalam Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi guna memastikan seluruh target pemulihan berjalan sesuai rencana.

Ketua Satgas PRR yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera hingga 2028.

Dana tersebut dialokasikan kepada 32 kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan program. Hingga kini, Kementerian Keuangan telah menyetujui kebutuhan anggaran dari tujuh kementerian/lembaga yang akan segera memulai pelaksanaan program pada 2026.

“Oleh karena itu, tujuh kementerian/lembaga ini segera bergerak. Bergerak, dan setelah itu menyampaikan detail apa yang akan dikerjakan di tahun 2026,” kata Tito usai memimpin Rapat Koordinasi Pendataan Hunian Tetap di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Tito menegaskan Satgas PRR akan melakukan evaluasi setiap pekan untuk memantau perkembangan program, mengidentifikasi hambatan, sekaligus memastikan setiap kementerian dan lembaga menjalankan tugas sesuai target.

Dalam rapat tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses tender pembangunan hunian tetap (huntap) telah berjalan dan pembangunan huntap komunal dijadwalkan dimulai pada September 2026.

Meski demikian, Maruarar meminta pemerintah daerah segera menuntaskan penyediaan lahan agar pelaksanaan pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

“Jangan sampai nanti tendernya selesai lahannya belum beres. Itu bukan kewenangan kami. Tolong dibantu Pak Mendagri supaya lahan itu bisa segera tuntas,” ujarnya.

Kementerian PKP memperoleh anggaran sekitar Rp2,2 triliun untuk membangun 7.952 unit huntap di tiga provinsi terdampak, yakni 6.220 unit di Aceh, 919 unit di Sumatera Utara, dan 813 unit di Sumatera Barat.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari PT PLN. Direktur Distribusi PT PLN Arsyadany G. Akmalaputri memastikan perusahaan akan menyiapkan jaringan listrik di kawasan huntap seiring progres pembangunan.

“Begitu instalasi pembangunan sudah siap, PLN akan langsung dipasang, Pak. Tentunya ini berkolaborasi dengan Pemda, BNPB, kemudian kementerian/lembaga,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Apri Artoto mengatakan kementeriannya memperoleh tambahan anggaran Rp21,16 triliun untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan perbaikan berbagai infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, serta jaringan irigasi di wilayah terdampak.

Baca juga:  Satgas PRR Dorong Mitigasi Permanen Usai Banjir Tapanuli Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  38  =  39