Ekbis

Harga Bawang Putih Kating Naik, Bapanas Panggil Importir Tambah Pasokan

Channel9.id, Jakarta. Pemerintah bergerak memperkuat pasokan bawang putih jenis kating untuk menahan laju kenaikan harga yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan memanggil importir dan distributor guna memastikan ketersediaan stok, terutama di pasar grosir yang menjadi pusat distribusi nasional.

Langkah tersebut diambil setelah Bapanas bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta serta Perumda Pasar Jaya meninjau kondisi pasokan di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, stok bawang putih di PIKJ secara umum masih aman. Namun, pasokan bawang putih jenis kating perlu ditingkatkan karena permintaannya lebih tinggi dibandingkan bawang putih honan.

“Harga bawang putih memang trennya sedikit naik. Dari hasil pemantauan kami, bawang putih honan relatif stabil, sedangkan jenis kating harganya masih lebih tinggi karena pasokannya terbatas,” ujar Ketut.

Ia menjelaskan, harga bawang putih honan di PIKJ mulai menunjukkan tren penurunan, dari Rp23.000 per kilogram menjadi sekitar Rp22.500 per kilogram. Sementara itu, bawang putih kating masih bertahan pada level yang lebih tinggi karena pasokan impor belum optimal.

Menurut Ketut, pemerintah akan segera menggelar rapat bersama para importir untuk memastikan tambahan pasokan bawang putih kating masuk ke pasar distribusi utama seperti PIKJ.

“Kami akan bertemu dengan para importir untuk mengetahui kondisi pasokan dan harga sebenarnya. Harapannya, ketika pasokan kating bertambah, harga bisa kembali stabil bahkan menurun,” katanya.

PIKJ dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi bawang putih yang tidak hanya melayani kebutuhan Jakarta, tetapi juga memasok berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, stabilitas pasokan di pasar induk tersebut diharapkan dapat berdampak pada pengendalian harga di wilayah lain, termasuk kawasan Indonesia Timur yang belakangan mengalami fluktuasi harga lebih tinggi.

“Tatkala distribusi di tingkat grosir bisa dikendalikan, kami berharap harga di berbagai daerah ikut stabil. Setelah Jakarta terkendali, dampaknya akan dirasakan hingga Indonesia Timur,” ujar Ketut.

Selain memastikan tambahan pasokan, Bapanas juga akan memperkuat koordinasi dengan distributor agar distribusi bawang putih, terutama ke wilayah timur Indonesia, berjalan lebih lancar.

Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan para importir agar tidak memanfaatkan situasi dengan menjual komoditas di atas harga yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan izin impor dapat dicabut apabila ditemukan pelanggaran.

“Stok kita cukup. Jangan ada yang memainkan keadaan. Kalau saya temukan pelanggaran, itu bisa menjadi kesempatan terakhir menjadi importir,” tegas Amran.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, pemerintah menetapkan kuota impor bawang putih konsumsi sekitar 608,11 ribu ton, ditambah 67,73 ribu ton bawang putih olahan. Sementara produksi bawang putih dalam negeri pada tahun ini diperkirakan mencapai 39,65 ribu ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  15  =  22