Film ‘Monster Pabrik Rambut’ Borong Penghargaan di Fantasia Film Festival di Kanada
Lifestyle & Sport

Film ‘Monster Pabrik Rambut’ Borong Penghargaan di Fantasia Film Festival di Kanada

Channel9.id-Jakarta. Kita patut bangga film-film Indonesia berkibar di berbagai festival film internasonal. Kali ini, film karya sutradara Edwin, ‘Monster Pabrik Rambut (Sleep No More)’, sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Sebuah film produksi Palari Films ini berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dari ajang Fantasia International Film Festival ke-30 yang diselenggarakan di Montreal, Kanada.

Dalam festival yang dikenal sebagai salah satu ajang film genre horor dan fantastis terbesar di dunia tersebut, Monster Pabrik Rambut dinobatkan sebagai pemenang Best Screenplay dalam kategori Cheval Noir Competition. Selain itu, film ini juga menerima Special Mention of the Jury untuk kategori Special Practical Effects.

Penghargaan Skenario Terbaik diberikan kepada Edwin yang berkolaborasi dengan penulis Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Dewan juri memuji visi penceritaan film ini yang dinilai orisinal.

“Untuk visi storytelling yang orisinal, memadukan cerita rakyat, humor, isu hak pekerja, serta body horror (horor tubuh) yang ekstrem, ke dalam sebuah kisah keluarga yang bersatu kembali,” ungkap dewan juri sebagaimana dikutip dari Variety.

Apresiasi juga datang untuk aspek teknis film. Penghargaan Special Jury Mention diberikan kepada tim efek yang terdiri dari Jabrik Hellworker, AAT, dan Issei Oda.

Berdasarkan laporan Asian Movie Pulse, juri terkesan dengan penggunaan efek praktikal handmade yang terintegrasi apik dengan VFX, menciptakan nuansa mimpi buruk yang surealis melalui karakter “Monster Rambut” dan tokoh “Bona”.

Tak hanya di Kanada, film ini juga berjaya di Swiss. Pada ajang Neuchâtel International Fantastic Film Festival (NIFFF), Monster Pabrik Rambut memenangkan Best Production Design Award yang diraih oleh penata artistik Menfo Tantono dan Guntur Mupak.

Sutradara Edwin mengungkapkan bahwa inspirasi utama film ini berangkat dari keresahannya terhadap kondisi dunia kerja yang semakin tidak sehat.

“Dunia kita makin sakit dan semakin dinormalisasi sampai titik yang absurd dan mengerikan. Orang-orang dituntut untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh mereka demi bertahan dari kerja paksa berjam-jam. Untuk apa, dan untuk siapa?” tuturnya.

Narasi yang kuat ini didukung oleh jajaran aktor ternama, di antaranya Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Luqman “Kev” Hakim.

Validasi dari dewan juri kelas dunia, termasuk panel yang diketuai Youngjoo Suh (CEO Finecut Co.) dan editor pemenang Oscar Bob Murawski, semakin memperkuat posisi film ini di industri global.

Pencapaian ini sekaligus memperpanjang daftar prestasi internasional Palari Films dan Edwin. Sebelumnya pada 2021, Edwin telah mencetak sejarah dengan meraih Golden Leopard di Locarno Film Festival melalui film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Keberhasilan ganda di Fantasia tahun ini kian menegaskan konsistensi Palari Films dalam melahirkan karya berkualitas bertaraf internasional.

Kontributor; Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +  2  =