Channel9.id-Gresik. Maraknya kejahatan digital di Indonesia mendorong Yayasan Hijrah Abdi Nugraha bersinergi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar Sosialisasi Literasi Digital dengan tema “Pencegahan Penipuan & Kejahatan Digital”. Kegiatan yang berlangsung di Gresik pada Senin, 3 Agustus 2026 ini dihadiri peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, H. Khilmi, serta Pemerhati Perbankan, Mohammad Nasir. Keduanya memberikan pemaparan mendalam mengenai berbagai modus kejahatan digital yang semakin canggih, mulai dari phishing, pinjaman online ilegal (pinjol), hingga scam atau penipuan digital lainnya.
Khilmi, menegaskan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar kemampuan teknis menggunakan perangkat, melainkan fondasi untuk membangun ketangguhan masyarakat di dunia maya.
“Literasi digital ini tidak hanya pintar menggunakan smartphone, tetapi juga cakap dalam memanfaatkannya. Masyarakat harus bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks, mana konten yang mendidik dan mana yang justru merusak,” tegas Khilmi di hadapan para peserta.
Khilmi juga menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kritis di era banjir informasi. “Dengan literasi digital, masyarakat tidak serta-merta percaya pada setiap informasi yang mereka lihat di internet. Mereka akan terbiasa melakukan verifikasi, membandingkan sumber, dan membentuk opini berdasarkan data yang akurat,” ujarnya.
Sementara itu, Mohammad Nasir, mengingatkan bahwa ancaman kejahatan digital kian nyata. Data menunjukkan bahwa bentuk penipuan daring yang paling dominan adalah online scam, phishing, dan pinjaman online ilegal. Bahkan, sepanjang triwulan pertama 2026 saja, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menemukan dan menghentikan 951 entitas pinjol ilegal.
“Kejahatan ini bukan lagi berskala lokal, melainkan terorganisir lintas negara. Para pelaku menggunakan teknologi terbaru, dari aplikasi palsu hingga manipulasi dengan deepfake,” ungkap Nasir mengutip data kepolisian.
Kegiatan ini mendapat respons antusias dari peserta yang hadir. Mereka aktif berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai kasus penipuan digital yang pernah mereka alami atau temui di lingkungan sekitar.
Khilmi menyampaikan apresiasi kepada BRI dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga sosial dan perbankan sangat penting untuk memperkuat literasi digital masyarakat, terutama di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif bagi masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.
“Dengan literasi digital yang baik, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Baca juga: Menkominfo Tegaskan Peran Literasi Digital untuk Hindari Kejahatan Digital





