Channel9.id – Jakarta. Tingkat kepuasan jemaah terhadap layanan haji 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menilai kenaikan tersebut menjadi indikator bahwa sejumlah pembenahan dalam penyelenggaraan ibadah haji mulai dirasakan langsung oleh jemaah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, hasil Survei Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan gambaran mengenai kualitas pelayanan haji tahun ini. Menurut dia, hasil survei tersebut juga menunjukkan adanya dampak dari berbagai perbaikan yang dilakukan pemerintah.
“Lompatan ini tentu tidak boleh membuat terlena, karena masih ada berbagai langkah transformasi yang perlu dilanjutkan. Hasil survei menunjukkan bahwa berbagai perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji mulai dirasakan manfaatnya oleh para jemaah,” kata Qodari dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Dalam pengukuran 2026, BPS menggunakan cakupan penilaian yang lebih luas dibandingkan metode sebelumnya. IKLHI menilai seluruh rangkaian layanan, mulai dari persiapan jemaah di dalam negeri, pelayanan selama berada di Arab Saudi, hingga proses kepulangan ke Tanah Air.
Survei tersebut melibatkan 14.400 responden dan mencatat tingkat kepuasan jemaah secara keseluruhan sebesar 83,28. Angka tersebut masuk kategori sangat memuaskan.
Sementara itu, jika menggunakan metodologi lama, Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45 atau meningkat 2,99 poin dibandingkan 2025 yang berada di angka 88,46.
Kepuasan terhadap layanan di dalam negeri tercatat 83,85, sedangkan layanan di luar negeri mencapai 82,71. Adapun pelayanan di bandara menjadi tahapan dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni 84,76.
Qodari menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, petugas haji, pemerintah Arab Saudi, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji. Meski demikian, pemerintah dinilai tetap perlu menjadikan hasil survei sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci. Di baliknya ada tanggung jawab besar untuk memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, sehat, dan khusyuk,” ujarnya.
Evaluasi, lanjut Qodari, akan diarahkan antara lain pada peningkatan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pemerintah juga akan memperkuat kesiapan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan.
Hasil survei tersebut juga menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam melanjutkan transformasi penyelenggaraan haji. Tahun 2026 menjadi momentum penting karena merupakan penyelenggaraan haji pertama oleh Kementerian Haji dan Umrah.
“Setiap angka adalah masukan dari jemaah, dan setiap masukan adalah dasar untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin baik,” kata Qodari.
HT





