Hot Topic

Karhutla Bromo Meluas hingga 899 Hektare, Pemadaman Terkendala Cuaca dan Sumber Air

Channel9.id – Jawa Timur. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, meluas hingga mencapai 899 hektare. Hingga Selasa (12/8/2026), petugas gabungan masih berupaya mengendalikan kebakaran melalui pemadaman dari udara dan darat.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan operasi water bombing kembali dimaksimalkan untuk menekan penyebaran api. Pemadaman melalui udara difokuskan di kawasan Dingklik, Pasuruan, dan P30, Probolinggo.

“Water bombing sedang dilaksanakan di Dingklik Pasuruan dan P30 Probolinggo. Kondisi saat ini wilayah Bromo berkabut. Luas wilayah terdampak 899 hektare akibat kebakaran dari awal hingga tadi malam,” kata Gatot, saat dikonfirmasi, Selasa.

Namun, operasi water bombing belum dapat berjalan maksimal karena menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu kendalanya adalah sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Faktor cuaca turut menyulitkan proses pemadaman dari udara. Angin kencang, perubahan cuaca yang cepat, serta kondisi topografi kawasan yang curam menjadi tantangan bagi petugas.

“Sumber air jauh, angin kencang dan cuaca yang mudah berubah-ubah, curam topografinya dan banyaknya bahan bakar berupa ilalang dan sarasah yang sangat kering dan mudah terbakar,” ujarnya.

Selain melalui udara, pemerintah memperkuat upaya pemadaman melalui jalur darat. Sejak Senin (11/8/2026), tim gabungan telah mengerahkan dua truk pemadam kebakaran, dua truk tangki, satu kendaraan L300 bermuatan tandon air, serta satu unit drone water spray.

Kepala BNPB dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) juga mendatangi posko penanganan kebakaran Bromo. Keduanya memberikan arahan untuk mengoptimalkan seluruh kekuatan yang tersedia, termasuk personel TNI, Polri, dan tim terkait lainnya.

Gatot mengatakan pemadaman selanjutnya akan dilakukan dengan mengombinasikan pengerahan tim darat dan water bombing. Langkah tersebut ditujukan untuk mengendalikan titik-titik kebakaran yang masih berpotensi meluas.

“Saat ini Bapak Kaban BNPB dan Pak Menko PMK hadir di posko penanganan kebakaran di Bromo memberikan arahan, termasuk untuk memaksimalkan personel dari TNI dan Polri serta tim terkait guna penguatan tim darat, serta berupaya maksimal untuk water bombing,” tutup Gatot.

Kebakaran kawasan Bromo diketahui mulai terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Seiring meluasnya titik api, TNBTS menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) malam.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  61  =  65