Serial Tante Sonya tentang Peliknya Lika-liku Romansa di Kantor dengan Bos Perusahaan
Lifestyle & Sport

Serial Tante Sonya tentang Peliknya Lika-liku Romansa di Kantor dengan Bos Perusahaan

Channel9.id-Jakarta. Serial di Indonesia semakin beragam tema. Di tengah genre romance yang mayoritas menampilkan romansa anak muda, serial ‘Tante Sonya’ datang dengan gebrakan berbeda. Terlihat dari judulnya, serial WeTV Original yang dibintangi oleh Raihaanun dan Maxime Bouttier ini datang dengan kisah asmara tentang sosok dewasa. Lika-liku konflik di dalamnya makin pelik dengan topik office romance.

Tante Sonya yang tayang di WeTV sejak 4 September 2026 ini kini telah masuk ke episode kelima. Kisahnya dibuka dengan Sonya (Raihaanun) dan Ben (Maxime Bouttier) yang dipertemukan kembali setelah delapan tahun berpisah.

Keduanya pertama kali bertemu ketika Ben masih mahasiswa, dan menjadi peserta kompetisi business plan dengan Sonya menjadi salah satu juri. Sonya melihat potensi besar Ben, di sisi lain pertemuan ini begitu membekas bagi pria muda tersebut.

Sewindu kemudian, Sonya pulang ke Indonesia untuk memimpin Dermawan Group, perusahaan keluarga yang di ambang kebangkrutan. Langkah ini mempertemukannya kembali dengan Ben yang tak disangka bergabung ke perusahaan tersebut. Hanya saja, Sonya justru bersikap seolah tak mengenalnya.

Di sisi lain, kemunculan kembali Martin (Hamish Daud) dari masa lalunya turut memperumit keadaan.

Interaksi di kantor mendekatkan Ben dan Sonya, termasuk dalam sebuah perjalanan bisnis ke Bogor. Hanya saja, luka lama akibat pengkhianatan Martin membuat Sonya sulit kembali percaya pada perasaannya sendiri.

Martin terus berusaha memenangkan hati Sonya dengan dukungan sang ayah, dan Ben tetap hadir memberikan hubungan dan membuka ruang baru bagi hubungan keduanya.

Hanya saja, saat hubungan Sonya dan Ben perlahan menghangat sejumlah kejutan tak terduga datang mengganggu. Mulai dari sosok di masa lalu, hingga ancaman yang bisa membongkar hubungan mereka. Di tengah kondisi yang makin pelik, keduanya dituntut tetap professional—apalagi perusahaan tengah memasuki fase krusial.

Dapatkah hubungan mereka bertahan?

Deretan Karakter Serial Tante Sonya, di antaranya, mulai dari Sonya (Raihaanun) — Perempuan karier berusia 42 tahun yang kembali ke Indonesia memimpin Dermawan Group, perusahaan keluarga yang di ambang kebangkrutan. Dikenal pekerja keras, perfeksionis, dan tegas hingga dijuluki “Tante Sonya” oleh karyawan, namun menyimpan luka masa lalu dan trauma yang membuatnya sulit percaya pada hubungan romantis.

Kemudian, Ben (Maxime Bouttier) — Laki-laki lebih muda yang pernah dibantu Sonya semasa kompetisi business plan dan tak pernah melupakan kebaikannya. Bergabung ke Dermawan Group dan berusaha membuktikan diri lewat pekerjaan sembari berjuang mendekati kembali hati Sonya, meski menyimpan rahasia masa lalu yang berpotensi mengancam hubungan mereka.

Martin (Hamish Daud) — Mantan tunangan Sonya yang pernah mengkhianatinya, kini kembali muncul dan terus berusaha memenangkan hati Sonya.

Diana (Dinda Kirana) — Adik Sonya yang bersaing dengannya di Dermawan Group, menyimpan kemarahan karena merasa sang ayah selalu mengistimewakan Sonya.

Lydia (Sarah Felicia) — Sosok dari masa lalu Ben yang menyusup ke kehidupan personal Sonya dengan menyamar sebagai teman, namun sebenarnya mengeksploitasi titik lemah Sonya sekaligus meneror Ben dengan ancaman dari masa lalu mereka.

Arya (Rezca Syam) — Adik ipar Sonya di Dermawan Group yang mengancam menggunakan rahasia hubungan Sonya dan Ben usai tidak terima diaudit atas transaksi mencurigakan dalam proyek investasi Nexora.

Maxime Bouttier berlakon sebagai Ben, seorang lelaki yang dikisahkan menyukai perempuan dengan umur lebih tua. “Jadi Tante Sonya ini simpel banget. Sebenarnya ini adalah romansa kantor yang ada perbedaan usia antara Sonya dan Ben,” ucap Maxime.

Ia juga mengapresiasi cerita dari serial itu dan menjelaskan alasannya. “Opening dari Tante Sonya ini memang lumayan menarik. Soalnya Ben lagi dikondisi yang sangat terpuruk dan dibantu oleh Sonya,” ujar Ben.

Lebih lanjut, ia menceritakan tentang bagaimana Sonya membuat Ben jatuh cinta. “Dia membantu Ben untuk berubah pikiran di saat-saat terakhir. Sebenarnya dia ada momen yang kayak benar-benar ‘Aku muak banget sama hidup ini’. Sonya tiba-tiba datang dan bilang ‘Kamu enggak perlu melakukan hal itu’. Dari situ Ben langsung jatuh cinta sama Sonya,” kata Ben.

Namun setelah menaruh hati pada wanita yang lebih tua darinya, Ben tidak melihat Sonya dalam waktu yang lama. Ketika dirinya bertemu kembali dengan si ‘Tante’, ia merasa ada perbedaan drastis yang membuatnya penasaran.

“Tapi setelah itu gak pernah ketemu lagi selama 8 tahun. Pas ketemu Tante Sonya, kayak ‘Kok dia berubah banget, kayaknya beda, kayaknya ada sesuatu deh’. Jadi dia berusaha untuk masuk ke kantornya Sonya, melihat apa sih yang terjadi. Dia menginfiltrasi kehidupan kerjanya Sonya, dari situ percikan cinta mulai muncul,” tutur Maxime.

Selain menceritakan tentang karakter Ben, Maxime juga miliki penilaian tentang hal menarik lainnya dari serial WeTV itu. Salah satu yang ia sebutkan adalah hubungan dengan perbedaan umur di tahun 2025 dan 2026.

“Mungkin ini relate banget buat banyak orang sekarang. Age gap itu sekarang kayaknya udah gak ada artinya,” tutur Maxime.

Maxime juga menambahkan terkait hubungan dengan perbedaan usia yang bisa menjadi alasan sebuah perasaan insecure.

“Insecurity itu ada di laki-laki atau di perempuan, kayak merasa age gap itu insecurity kayak ‘Apa aku baik buat seorang yang lebih muda daripada aku’ atau misalnya yang lebih muda ke tua juga,” ucap Maxime.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  4  =