Channel9.id – Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperingati dua tahun berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dengan menggelar Zikir Kebangsaan bertajuk “UNJ Berdampak dan Membangun Harmoni” di Aula Latief Kampus UNJ, Jumat (14/8/26). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan UNJ sekaligus doa bersama untuk kemajuan universitas dan bangsa Indonesia.
Zikir Kebangsaan dihadiri Rektor UNJ, Prof. Komarudin bersama jajaran pimpinan universitas serta perwakilan organisasi dan tokoh lintas agama. Hadir antara lain Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI), tokoh agama Buddha, perwakilan rohaniawan Konghucu dari MATAKIN, serta penceramah KH. Zulfa Mustofa dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Prof. Komarudin mengatakan, pelaksanaan Zikir Kebangsaan bertepatan dengan dua tahun ditetapkannya UNJ sebagai PTNBH melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2024 pada 14 Agustus 2024. Momentum tersebut juga bertepatan dengan Hari Pramuka dan pembukaan Jambore Nasional.
“Acara ini dikemas dengan tajuk zikir dan doa kebangsaan karena persoalan bangsa kita masih banyak yang harus kita doakan dan kita ikhtiarkan agar menjadi lebih baik. Ini juga kita kaitkan dengan kondisi UNJ yang memang masih banyak hal yang harus diperbaiki,” ujar Prof. Komarudin.
Menurut dia, dua tahun pertama sebagai PTNBH menjadi fase penting bagi UNJ untuk membangun fondasi kelembagaan dan mempersiapkan percepatan transformasi. Status tersebut memberikan ruang lebih besar bagi UNJ untuk berkembang sebagai institusi pendidikan, pengetahuan, dan kebudayaan yang berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Sejumlah capaian dicatat UNJ selama dua tahun terakhir. Di bidang akademik, UNJ mempertahankan akreditasi institusi dengan predikat Unggul hingga 2 Februari 2027. Pada pemeringkatan internasional, UNJ menempati peringkat 351–400 dunia dan keempat nasional pada World University Rankings by Subject bidang Education.
Sementara itu, dalam Times Higher Education World University Rankings by Subject – Education, UNJ berada pada kelompok 601–800 dunia dan peringkat ketujuh nasional. Pada THE WUR by Subject – Social Sciences 2026, UNJ berada pada peringkat 1001+ dunia dan peringkat kedua nasional.
Dalam pengelolaan keuangan, UNJ mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun buku 2025. Opini tersebut melanjutkan konsistensi WTP yang diraih UNJ sejak 2018. UNJ juga memperoleh predikat “AA” dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2025.
Penguatan sumber daya manusia terus dilakukan. Saat ini UNJ memiliki 140 guru besar dan 222 lektor kepala. Pengembangan manajemen talenta menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sivitas akademika.
Transformasi juga berlangsung dalam pembelajaran melalui pengembangan bahan ajar berbasis microlearning yang diunggah ke Massive Open Online Course (MOOC). Di bidang lingkungan, UNJ mengembangkan program zero waste management dan green campus melalui berbagai kegiatan, termasuk BeGreen.
UNJ juga memperkuat Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi di seluruh fakultas. Dalam bidang kerja sama, UNJ meraih Juara III Anugerah Kerja Sama Diktisaintek kategori PTNBH, subkategori perguruan tinggi dengan pengelolaan laporan kerja sama (Laporkerma) terbaik.
Keberpihakan terhadap mahasiswa juga menjadi bagian dari agenda UNJ. Pada 2025, UNJ menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) terbanyak dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni 4.173 mahasiswa. UNJ juga memberikan ruang afirmasi bagi 100 mahasiswa asal Kabupaten Mappi, Papua Selatan.
Kontribusi mahasiswa dan alumni turut terlihat dalam bidang olahraga. Pada SEA Games 2025, mahasiswa dan alumni UNJ menyumbangkan 20 medali bagi Indonesia, terdiri atas lima emas, sembilan perak, dan enam perunggu.
Prof. Komarudin mengatakan, berbagai capaian tersebut menjadi modal bagi UNJ untuk memasuki tahap berikutnya. Menurut dia, tantangan setelah dua tahun sebagai PTNBH adalah membangun budaya kerja yang semakin berorientasi pada hasil tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai UNJ.
“Dua tahun UNJ sebagai PTNBH merupakan fase penting dari penataan fondasi menuju akselerasi transformasi,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan budaya kerja dilakukan melalui Dasa Laku UNJ yang mencakup kapabilitas, kapasitas, kolaborasi, karakter, kredibilitas, kreativitas, kompetitif, kompatibel, komitmen, dan konsisten.
Sementara itu, KH. Zulfa Mustofa mengajak sivitas akademika UNJ menjadikan momentum dua tahun PTNBH sebagai kesempatan untuk memperkuat kontribusi bagi bangsa. Ia berharap UNJ semakin maju dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Persatuan dan keutuhan ini sangat mahal. Kita harus menjaganya bersama,” ujar Zulfa.
Menurut dia, keberagaman agama, suku, etnis, budaya, sosial, dan politik merupakan kekuatan Indonesia. Kemajemukan harus dirawat sebagai modal untuk membangun kehidupan bersama. Ia mengibaratkan Pancasila sebagai “bilangan pembagi” yang mempertemukan berbagai perbedaan melalui nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama lintas agama. Doa dipanjatkan untuk kemajuan UNJ sekaligus bagi Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.




