Karhutla Makin Meluas, BNPB Kerahkan Belasan Helikopter di 6 Provinsi
Nasional

Karhutla Makin Meluas, BNPB Kerahkan Belasan Helikopter di 6 Provinsi

Channel9.id-Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Belasan helikopter dikerahkan untuk patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman melalui water bombing.

Enam provinsi yang menjadi fokus penanganan yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penguatan operasi udara dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus mendukung pemadaman melalui jalur darat.

“Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas,” ujar Berton dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).

Di Riau, BNPB mengoperasikan satu helikopter patroli, satu helikopter untuk OMC, serta lima helikopter water bombing. Sementara di Jambi, disiagakan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan dua helikopter water bombing.

Untuk Sumatera Selatan, BNPB menurunkan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan tujuh helikopter untuk water bombing.

Operasi udara juga diperkuat di Kalimantan. Di Kalimantan Selatan, BNPB mengoperasikan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan tiga helikopter water bombing.

Kemudian di Kalimantan Tengah terdapat satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan empat helikopter water bombing. Sementara Kalimantan Barat diperkuat dua helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan lima helikopter water bombing.

“Pengoperasian helikopter tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sementara untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk OMC,” jelas Berton.

Kalimantan menjadi perhatian khusus pemerintah karena masih muncul sejumlah titik karhutla baru, terutama di Kalimantan Timur.

Pada Rabu (19/8), misalnya, BNPB mencatat karhutla di Kabupaten Paser, tepatnya di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau. Kebakaran melanda kawasan konservasi dengan luas sekitar 25,29 hektare.

BPBD Kabupaten Paser langsung melakukan pemadaman melalui jalur darat. Pemantauan pascapemadaman juga dilakukan hingga api berhasil dipadamkan pada Kamis (20/8).

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas total mencapai 49,55 hektare. Tim Reaksi Cepat BPBD Kutai Kartanegara bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke sejumlah titik yang masih dapat dijangkau untuk melakukan pemadaman darat.

Berdasarkan pemantauan visual pada Kamis (20/8), sebagian besar titik karhutla di wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran masih terpantau di Kelurahan Pendingin.

“Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini,” tegas Berton.

BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini terhadap potensi karhutla. Pemda juga diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman di wilayah masing-masing.

Masyarakat turut diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap potensi karhutla. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar.

“Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” kata Berton.

Baca juga: Hadapi El Nino 2026-2027, Wamendagri Minta Daerah Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  65  =  66