Ekspor/impor-BPS
Ekbis

Capaian Ekspor Tembus US$193,64 Miliar, Kinerja Perdagangan Luar Negeri RI Tetap Solid

Channel9.id, Jakarta – Kinerja ekspor Indonesia terus mencatatkan tren pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi global. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total nilai ekspor nasional berhasil menembus angka US$193,64 miliar atau tumbuh 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa penguatan kinerja ekspor ini menjadi penopang utama neraca perdagangan Indonesia yang secara kumulatif mencatatkan surplus senilai US$7,25 miliar hingga delapan bulan pertama tahun 2026.

Secara bulanan, nilai ekspor Agustus 2026 tercatat mencapai US$26,61 miliar. Angka ini meningkat 1,51% dibandingkan Juli 2026 (month-to-month) dan tumbuh 6,72% jika dibandingkan dengan Agustus 2025 (year-on-year).

“Capaian ekspor Indonesia sebesar US$26,61 miliar pada Agustus 2026 membuktikan ketangguhan perdagangan luar negeri kita. Di tengah dinamika ekonomi global, produk-produk ekspor Indonesia tetap kompetitif dan mencatatkan tren pertumbuhan yang positif,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).

Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Budi menjelaskan bahwa sektor industri pengolahan menjadi penopang dan motor penggerak pertumbuhan ekspor nasional. Sepanjang Januari–Agustus 2026, ekspor dari sektor industri manufaktur ini bernilai US$159,55 miliar atau berkontribusi hingga 82,40% dari total ekspor Indonesia.

Sektor industri pengolahan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,87% (cumulative-to-cumulative). Peningkatan tertinggi didorong oleh ekspor produk aluminium (HS 76) yang melonjak 102,25%, nikel (HS 75) naik 50,12%, serta tembaga (HS 74) menguat 47,13%.

Dari sisi pasar tujuan, Tiongkok masih mendominasi pangsa ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–Agustus 2026 dengan nilai US$47,44 miliar (25,55%), disusul Amerika Serikat sebesar US$22,41 miliar (12,07%), dan India senilai US$12,77 miliar (6,88%).

Sementara itu, total nilai impor Indonesia pada Januari–Agustus 2026 tercatat sebesar US$186,39 miliar atau tumbuh 19,84%. Kenaikan impor yang didominasi oleh kelompok bahan baku/penolong (naik 20,67%) dan barang modal (naik 18,82%) ini mencerminkan tingginya aktivitas serta ekspansi sektor manufaktur domestik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3  +  4  =