Channel9.id – Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Sarasehan Diaspora Indramayu bertema “Pengembangan Potensi Indramayu untuk Kesejahteraan Rakyat” di Aula Latief Hendraningrat, Jakarta, Sabtu (5/9/26).
Sarasehan tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, pemerintah, masyarakat, dan diaspora Indramayu untuk membahas potensi serta tantangan pembangunan daerah. Forum ini juga diarahkan untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bagi masyarakat Indramayu.
Ketua Pelaksana Sarasehan Diaspora Indramayu, Prof. Budiaman, mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman dan pemikiran dari berbagai kalangan. Menurut dia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta persoalan sosial yang semakin kompleks membutuhkan ruang diskusi yang mendorong pemikiran kritis dan konstruktif.
“Tema yang kita angkat pada seminar ini, yaitu ‘Pengembangan Potensi Indramayu untuk Kesejahteraan Rakyat’, memiliki relevansi yang sangat penting dengan kondisi dan tantangan yang masyarakat Indramayu hadapi saat ini,” ujar Prof. Budiaman yang juga Guru Besar UNJ.
Ia mengatakan perhatian terhadap pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Indramayu telah menjadi salah satu perhatian diaspora, terutama dari kalangan akademisi, praktisi, birokrat, dan pemerhati masyarakat. Gagasan tersebut antara lain pernah dituangkan dalam buku “Sinergitas Pembangunan Indramayu” dalam rangka memperingati Hari Jadi Indramayu ke-497.
Menurut Budiaman, keterlibatan perguruan tinggi menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pemikiran dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ menyampaikan apresiasi atas kepercayaan diaspora Indramayu yang kembali memilih UNJ sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Menurut dia, forum tersebut mempertemukan sejumlah tokoh dan anggota diaspora yang memiliki perhatian terhadap pembangunan daerah asal.
“Yang utama memberikan kontribusi untuk masyarakat umum mengenai pokok pemikiran dalam menyejahterakan masyarakat, secara khusus kawasan Indramayu dalam aspek potensi dan tantangannya,” kata Komarudin.
Ia berharap kegiatan diaspora dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan bergiliran di berbagai tempat. Selain menjaga hubungan antardiaspora, forum tersebut dinilai penting untuk memperluas jejaring dan mendorong kontribusi bagi pembangunan Indramayu.
Komarudin mengatakan UNJ memiliki sejarah dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian sosial. Karena itu, keterlibatan UNJ dalam sarasehan menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi melalui ilmu pengetahuan, riset, dan kolaborasi.
Pada kesempatan ini juga, Bupati Indramayu Lucky Hakim yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Yus Rusmadi, mengapresiasi penyelenggaraan sarasehan tersebut.
Menurut Yus Rusmadi, diaspora merupakan bagian dari keluarga besar Indramayu. Di mana pun berada, putra-putri Indramayu tetap memiliki ikatan dengan daerah asal dan dapat berkontribusi melalui pengetahuan, pengalaman, maupun jejaring yang dimiliki.
“Forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, bertukar gagasan, membangun jejaring, serta menghadirkan berbagai pemikiran dan inovasi untuk menjawab tantangan pembangunan Indramayu ke depan,” katanya.
Ia mengatakan Indramayu memiliki berbagai potensi, antara lain pertanian, perikanan dan kelautan, industri, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta sumber daya manusia. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal, inovatif, dan berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pembangunan daerah, lanjut dia, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kolaborasi diperlukan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, komunitas, generasi muda, dan diaspora.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran melalui pengembangan pengetahuan, penelitian, inovasi, dan sumber daya manusia yang dapat mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.
“Dunia pendidikan memiliki peran penting dalam melahirkan sumber daya manusia unggul sekaligus memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan pembangunan,” ujar Yus Rusmadi.
Ia berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, diaspora, dan UNJ dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, seperti peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi generasi muda, riset dan inovasi, ekonomi kreatif, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Yus Rusmadi juga berharap hasil sarasehan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret, terukur, dan dapat ditindaklanjuti.
“Mari kita satukan potensi, kompetensi, dan jejaring yang kita miliki untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif, membuka lebih banyak kesempatan kerja dan usaha, meningkatkan daya saing daerah, serta pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indramayu,” katanya.
Sarasehan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah sesi diskusi tematik. Komarudin menyampaikan materi “Strategi Percepatan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indramayu” dengan Prof. Zakiyuddin Baidhawy sebagai pembahas.
Tema pertanian, perikanan, dan peternakan dibahas Prof. Yonny Koesmaryono bersama Gatot Yulianto dengan Hanifah Handayani sebagai pembahas. Sementara tema infrastruktur menghadirkan Ahmad Yani dan Suharto Abdul Majid dengan Abdurrafiq Fahman sebagai pembahas.
Adapun tema tata kelola dan pemerintahan menghadirkan Prof. Ahmad Sudiro dan Prof. Amilin dengan Acep Somantri dan Lili Khamiliyah sebagai pembahas.
Melalui sarasehan tersebut, diaspora Indramayu bersama perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan membahas sejumlah agenda pembangunan daerah. Gagasan yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan langkah yang dapat mendukung pengembangan potensi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Indramayu.




