Politik

Putar Haluan, Gerindra Tak Lagi Ikut 5 Parpol Dukung Pemakzulan Masinton

Channel9.id – Tapanuli Tengah. DPC Partai Gerindra Tapanuli Tengah (Tapteng) menarik diri dari pernyataan bersama lima partai politik yang mewacanakan pemakzulan terhadap Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Mulanya, lima partai politik yang memiliki kursi di DPRD Tapanuli Tengah menyampaikan sikap bersama dan membuka kemungkinan pemakzulan terhadap Masinton dalam konferensi pers pada Jumat (4/9/2026). Kelima partai tersebut adalah NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB.

Mereka menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari rendahnya penyerapan APBD 2026, penanganan dan penyaluran bantuan pascabencana banjir, hingga dugaan penyelewengan anggaran yang diminta untuk ditelusuri aparat penegak hukum.

Namun, pada Selasa (8/9/2026), Ketua DPC Gerindra Tapteng Hazmi Arif Simatupang mengatakan DPC Partai Gerindra sudah tidak terlibat lagi dalam pernyataan sikap bersama tersebut.

“Saya Hazmi Arif Simatupang Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tapanuli Tengah dengan ini menyatakan menarik pernyataan yang telah kami sampaikan di dalam sikap bersama 5 partai politik, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai PKB dan Partai PAN yang disampaikan beberapa waktu yang lalu,” katanya dalam unggahan video, dikutip dari detikcom.

“Dan untuk selanjutnya DPC Partai Gerindra tidak lagi terlibat di dalam sikap bersama tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo, mengatakan pernyataan DPC Gerindra itu di luar koordinasi dengan DPD maupun DPP. Gerindra, katanya, menyatakan mendukung stabilitas jalannya pemerintahan di Tapteng.

“Saya selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sumut menyampaikan sikap DPC Gerindra Kab Tapteng itu diluar kordinasi dengan DPD maupun DPP. Gerindra mendukung stabilitas jalannya pemerintahan di Tapteng,” ujarnya.

Ade mengajak semua pihak bersatu dan saling mendukung untuk pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Gerindra mengajak semua pihak bersatu dan saling mendukung untuk pemulihan pasca bencana di Kabupaten Tapteng,” ujarnya.

Adapun wacana pemakzulan mencuat setelah pimpinan lima partai, yakni NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB, menyampaikan sikap bersama mengenai pemerintahan Masinton. Mereka menilai pemerintahan Masinton belum maksimal, terutama soal penyerapan APBD Tapanuli Tengah 2026 yang hingga Agustus, baru sekitar 30 persen.

“Kami mewacanakan serta mempertimbangkan untuk mengambil sikap politik melalui DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, sampai pemakzulan terhadap Bupati Tapanuli Tengah l, saudara Masinton Pasaribu,” kata Ketua DPC Gerindra Tapanuli Tengah Hazmi Arif Simatupang saat menjadi juru bicara dari lima partai yang mengusulkan pemakzulan Masinton dalam konferensi pers, Jumat (4/9/2026).

Kelima partai juga mengklaim Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan organisasi perangkat daerah telah mendapatkan perhatian dari Kementerian Dalam Negeri berkaitan dengan persoalan anggaran. Persoalan lain yang disoroti adalah penanganan pascabencana

“Menyesalkan penanganan bencana banjir, di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang sangat lamban serta amburadul. Begitu juga penyaluran segala bentuk bantuan bencana banjir, sehingga sampai saat ini, banyak masyarakat yang mengeluh dan melakukan protes,” ujar Hazmi.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  47  =  48