Channel9.id-Magelang. Wamendagri Akhmad Wiyagus mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Magelang dalam mempercepat penanganan tuberkulosis (TB). Komitmen itu ditunjukkan melalui penandatanganan pakta integritas oleh Wali Kota Magelang.
Wiyagus menilai komitmen tersebut perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah, mulai dari RPJMD, RKPD hingga APBD. Dengan begitu, penanganan TB tidak berhenti pada deklarasi, tetapi mendapat dukungan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“[Dari yang] ditampilkan kepada kami tadi dalam bentuk pakta integritas sebagai bentuk komitmen dari Pak Wali, yaitu dukungan dalam penanganan tuberkulosis ini sungguh sangat baik dan ini perlu dicontoh oleh kepala daerah yang lain,” ujar Wiyagus saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Pemkot Magelang di RSUD Tidar, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).
Menurut Wiyagus, penanganan kesehatan merupakan urusan pemerintahan yang wajib menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
“Masalah kesehatan ini memang kita harus concern, karena dalam Undang-Undang 23 Tahun 2014 ini juga merupakan urusan pemerintahan, ya konkuren, wajib dan langsung terkait dengan pelayanan dasar,” katanya.
Selain komitmen anggaran, Wiyagus menekankan pentingnya memastikan seluruh kebutuhan penanganan TB tersedia di lapangan, termasuk obat-obatan. Menurutnya, ketersediaan obat masih menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan di sejumlah daerah.
Pemerintah pusat pun akan memantau perkembangan penanganan TB di Magelang. Wiyagus mengatakan dirinya bersama Wakil Menteri Kesehatan akan kembali mengunjungi Kota Magelang dalam tiga bulan untuk melihat progres sekaligus mengevaluasi tindak lanjut yang telah dilakukan Pemda.
Sebelum kunjungan tersebut, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan Pemkot Magelang untuk mempersiapkan langkah percepatan penanganan TB.
“Sebelum kita kunjungan ke daerah, kita akan Zoom dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam penanganan tuberkulosis ini,” jelasnya.
Wiyagus menegaskan penanganan TB membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Ia optimistis target penanganan TB dapat dicapai apabila seluruh pihak bergerak secara konsisten dan kolaboratif.
“Jadi ada akselerasi, karena target kita 3 tahun ke depan ini 0 [pengidap tuberkulosis], dan saya yakin kita bisa kalau dilakukan secara berkolaborasi,” tandasnya.
Baca juga: Wamendagri Wiyagus Dorong Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Penanganan TBC di Tingkat Desa




