Wiyagus: TB Bukan Cuma Soal Kesehatan, Produktivitas Masyarakat Bisa Terganggu
Nasional

Wiyagus: TB Bukan Cuma Soal Kesehatan, Produktivitas Masyarakat Bisa Terganggu

Channel9.id-Semarang. Wamendagri Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TB). Menurutnya, dampak TB tidak berhenti pada persoalan kesehatan, tetapi juga bisa mengganggu produktivitas hingga perekonomian masyarakat.

Wiyagus mengatakan masa pengobatan TB yang panjang membuat pasien berisiko kehilangan waktu produktif. Bahkan, sebagian pasien terpaksa berhenti bekerja sementara selama menjalani pengobatan.

“Kalau tidak ditangani dengan baik, apa pun profesinya akan terganggu. Kenapa? Karena pengobatannya bagi [pasien yang] suspek saja [bisa] sampai enam bulan,” ujar Wiyagus dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di RSUP Dr. Kariadi, Semarang, Rabu (16/9/2026).

Menurut Wiyagus, kondisi tersebut dapat berdampak lebih luas terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.

“Jadi, hampir 26 persenlah kehilangan pekerjaan atau berhenti bekerja sementara, ya. Karena waktu pengobatannya cukup panjang,” katanya.

Karena itu, Wiyagus mendorong Pemda tidak menganggap penanggulangan TB sebagai urusan sektor kesehatan semata. Pemerintah daerah perlu memastikan program berjalan hingga tingkat masyarakat dengan melibatkan berbagai pihak.

Ia mencontohkan pengalaman penanganan Covid-19 yang menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Pendekatan serupa dinilai perlu diperkuat dalam penanggulangan TB.

Wiyagus juga mendorong optimalisasi Desa Siaga sebagai salah satu pintu masuk penguatan peran masyarakat. Di Kota Semarang, menurutnya, keberadaan Desa Siaga telah mencapai hampir 92%.

“Kota Semarang, ya, [desa siaga yang sudah ada] hampir 92 persen. Nah ini, ini benar-benar, ya, dan Desa Siaga ini bukan seputar sebutan,” jelasnya.

Ia menegaskan Desa Siaga memiliki landasan kerja bersama yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Desa. Dengan demikian, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar digunakan untuk memperkuat penanganan masalah kesehatan di tingkat masyarakat.

Wiyagus meminta koordinasi pusat dan daerah terus diperkuat sebelum program dijalankan di lapangan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh masyarakat dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Penanggulangan TB, kata Wiyagus, membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara konsisten. Ia pun mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian untuk menghadapi persoalan tersebut.

“Kita tidak butuh superman, ya. Kita butuhnya super team,” pungkasnya.

Baca juga: Wiyagus Apresiasi Komitmen Magelang Tangani TB, Target 3 Tahun ke Depan Nol Kasus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  63  =  70