Nasional

Prof. Komarudin Berharap HISPISI Jadi Ruang Pengembangan Ilmu Sosial Indonesia

Channel9.id – Jakarta. Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) menggelar Rapat Tahunan Pengurus Pusat HISPISI 2026 yang dirangkaikan dengan The 6th International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Science (ICHELSS) 2026. Kegiatan berlangsung pada 18–20 September 2026 di Hotel Niagara, Parapat, Danau Toba, Sumatera Utara.

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (FIS UNIMED) menjadi tuan rumah penyelenggaraan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat HISPISI Nomor 012/Kep.PP.HISPISI/X/2025. Kegiatan tersebut mempertemukan anggota HISPISI dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas perkembangan organisasi sekaligus isu-isu keilmuan sosial.

HISPISI merupakan organisasi yang menghimpun sarjana dan akademisi pendidikan ilmu-ilmu sosial dari berbagai perguruan tinggi dan daerah. Anggotanya antara lain berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Manado (UNIMA), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Universitas Negeri Padang (UNP), dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Ketua Pelaksana Rapat Tahunan HISPISI dan ICHELSS 2026, Tappil Rambe mengatakan kegiatan tersebut diikuti anggota HISPISI dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tappil yang juga Wakil Dekan II FIS UNIMED menyebut pertemuan ini menjadi ruang untuk mempertemukan pengurus dan anggota dalam agenda organisasi serta kegiatan akademik.

Dekan FIS UNIMED, Ratih Baiduri mengatakan penyelenggaraan Rapat Tahunan HISPISI dan ICHELSS merupakan bentuk kolaborasi akademik dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial.

Menurut dia, pertemuan tersebut penting untuk membangun kerja sama antarperguruan tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun kegiatan akademik lainnya. Kolaborasi itu juga diperlukan untuk merumuskan arah pengembangan ilmu sosial agar tetap berkaitan dengan perubahan masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Pusat HISPISI yang juga Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Komarudin mengatakan Rapat Tahunan menjadi salah satu agenda penting bagi keberlangsungan organisasi.

“Atas nama Pengurus Pusat HISPISI, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Universitas Negeri Medan, khususnya Fakultas Ilmu Sosial, serta seluruh panitia, yang telah menjadi tuan rumah dan mempersiapkan pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Prof. Komarudin

Ia mengatakan Rapat Tahunan tidak hanya menjadi forum evaluasi perjalanan organisasi, tetapi juga ruang untuk melihat capaian program, mengidentifikasi persoalan, dan menyusun langkah bersama bagi perkembangan HISPISI.

“Rapat Tahunan juga merupakan momentum konsolidasi organisasi. HISPISI adalah organisasi yang dibangun dari kekuatan para sarjana dan akademisi ilmu-ilmu sosial di berbagai perguruan tinggi dan daerah,” katanya.

Menurut Prof. Komarudin, kekuatan HISPISI bergantung pada kemampuan organisasi dalam menjaga komunikasi, membangun kebersamaan, dan mengembangkan kerja sama antara Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, perguruan tinggi, serta anggota.

Ia berharap HISPISI dapat terus menjadi ruang bersama bagi pengembangan ilmu-ilmu sosial Indonesia. Forum tersebut diharapkan mempertemukan gagasan, pengalaman, dan kepakaran untuk merespons berbagai persoalan masyarakat.

“Transformasi digital, artificial intelligence, perubahan dunia kerja, perubahan lingkungan, ketimpangan sosial, persoalan pendidikan, serta berbagai perubahan demografis dan kebudayaan menghadirkan tantangan baru bagi ilmu-ilmu sosial,” ujar Prof. Komarudin.

Bersamaan dengan Rapat Tahunan, HISPISI juga menyelenggarakan ICHELSS VI Tahun 2026 dengan tema “Humanizing Development: The Role of Social Sciences and Humanities in Achieving the SDGs.”

Prof. Komarudin berharap konferensi internasional tersebut menjadi ruang akademik untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan memperkaya perspektif dalam memahami persoalan sosial dan kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya HISPISI memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kerja sama akademik antarperguruan tinggi. Melalui forum tersebut, HISPISI membahas keberlanjutan organisasi dan posisi ilmu-ilmu sosial dalam menghadapi perubahan masyarakat yang berlangsung cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  72  =  82