Channel9.id, Bandung. Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) kembali menggelar acara tahunan bertajuk Nikah Bersama dan Bazar UMKM di Botanica, Bandung. Memasuki penyelenggaraan keenam sejak 2021, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat jejaring ekonomi para pelaku usaha alumni.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh para pengurus PBA, perwakilan pemerintah, notaris, serta puluhan pelaku UMKM binaan. Ketua Umum PBA, Dr. Ary Zulfikar, S.H., M.H., menyatakan bahwa Nikah Bersama dan Ekshibisi UMKM merupakan dua kegiatan rutin yang mencerminkan misi PBA.
“Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-6 sekaligus bagian dari rangkaian HUT ke-6 PBA sejak berdiri pada 26 September 2020. Kami ingin menghadirkan manfaat nyata: membantu terbentuknya keluarga yang memiliki kepastian hukum sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Program nikah bersama yang telah berjalan sejak 2021 ini bertujuan membantu keluarga kurang mampu melangsungkan pernikahan secara sah. Tidak hanya sebatas prosesi akad nikah, PBA juga memberikan dukungan dokumentasi dan administrasi lengkap, termasuk penerbitan kartu keluarga melalui kerja sama dengan pemerintah setempat.
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga PBA, Dr. Dewi Tenty, menjelaskan bahwa pemilihan pasangan dilakukan secara selektif dan ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Sebanyak 14 pasangan prasejahtera dipilih melalui proses verifikasi yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Bekerja sama dengan Disdukcapil Pemkot Bandung, pasangan peserta nikah bersama juga didaftarkan untuk pencatatan kependudukan. Secara khusus, Walikota Bandung Mohammad Farhan menyampaikan apresiasinya atas acara tersebut. “Terima kasih atas komitmen menjadi mitra Disdukcapil untuk pencatatan sipil pernikahan warga marjinal,” ujarnya.
Tidak hanya menjadi ajang sosial, acara ini juga dirangkaikan dengan bazar UMKM yang diikuti oleh 44 pelaku usaha dari berbagai bidang, mulai dari fashion, kerajinan tangan, hingga kuliner. Dari sekitar 1.600 UMKM binaan PBA, peserta yang terlibat telah melalui proses kurasi untuk memastikan kualitas dan relevansi produk.
Salah satu fokus utama dalam bazar kali ini adalah fasilitasi pendaftaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan merek dagang bagi produk UMKM peserta. Pemerintah setempat bekerja sama dengan notaris yang tergabung dalam kelompencapir untuk memastikan keamanan dokumen-dokumen UMKM dalam transaksi bisnis.
“Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga memiliki perlindungan hukum atas karya dan merek mereka. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan dan profesionalisme UMKM,” tegas Dewi, inisiator Nikah Bersama.
Acara nikah bersama tahun ini mengusung tema kepedulian lingkungan, menampilkan berbagai kegiatan inovatif berbasis daur ulang. Pakaian bekas didesain ulang menjadi busana baru yang ditampilkan dalam peragaan busana. Selain itu, dekorasi pernikahan juga memanfaatkan barang-barang daur ulang untuk efisiensi sekaligus menambah nilai estetika.
“Kami ingin menunjukkan bahwa produk UMKM tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Ini adalah bentuk nyata dari upaya kami mendorong kesadaran lingkungan di kalangan pelaku usaha,” ujar Dewi.
Ketua Umum PBA, Dr. Ary Zulfikar, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan serupa akan terus dilaksanakan, termasuk untuk memperkenalkan produk UMKM Jawa Barat secara lebih luas. Setelah Bandung, PBA akan menyelenggarakan Charity Golf dan Ekshibisi UMKM di Karawaci pada 3 Oktober 2026.
Kegiatan itu kembali menggabungkan semangat sosial, jejaring, dan pemberdayaan UMKM. “Enam tahun PBA adalah perjalanan tentang kebersamaan dan kebermanfaatan. Kami ingin PBA terus tumbuh bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi sebagai rumah kolaborasi yang mampu membuka peluang bagi UMKM dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam penutupannya, Ketua Dewan Pembina PBA, Bambang Soesatyo, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya panitia, mitra, dan pelaku UMKM. Penghargaan khusus diberikan kepada Ketua Umum PBA, Ary Zulfikar; Inisiator Nikah Bersama, Dewi Tenty; Koperasi UMKM Alumni Indonesia; serta 44 pelaku UMKM yang telah berpartisipasi.
“Kami berharap sinergi sosial dan pemberdayaan ekonomi tetap menjadi ciri khas PBA. Jejaring alumni adalah kekuatan sosial dan ekonomi yang harus terus kita perkuat,” pungkasnya.




