Channel9.id-Tokyo. Sekolah Indonesia Tokyo (SIT) menggelar Bulan Bahasa 2026 dengan menampilkan beragam pertunjukan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang. Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 November 2026 ini diikuti siswa dari jenjang TK hingga SMA.
Mengusung tema “Cerdas Berkarakter” dengan tema khusus “Rimba Arunika”, kegiatan ini didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Beragam penampilan seperti drama, pembacaan puisi, dan gerak lagu menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus mengapresiasi karya sastra dan budaya Indonesia.
Dalam rilis yang diterima Channel9.id, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengatakan penguasaan bahasa tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mencerminkan cara berpikir, kreativitas, dan identitas bangsa.
“Dalam kerja diplomasi, perdamaian hanya akan terjadi jika komunikasi berlangsung dengan baik. Komunikasi yang tidak baik akan memunculkan konflik,” ujar Al Aula saat pembukaan Bulan Bahasa di Balai Indonesia SIT, Rabu (4/11/2026).
Dalam keterangan KBRI Tokyo, Al Aula juga mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa melalui kegiatan membaca dan menulis. Menurutnya, membaca membantu siswa memahami teks secara menyeluruh, sedangkan menulis menjadi sarana untuk menuangkan kemampuan intelektual mereka.
Kepala Sekolah SIT, Komang Roy Prismayudi, mengapresiasi dukungan KBRI Tokyo, guru, siswa, dan orang tua dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap Bulan Bahasa dapat membentuk generasi yang cakap berbahasa, menghargai perbedaan, serta bangga terhadap identitas Indonesia.
“Melalui Bulan Bahasa 2026 diharapkan tumbuhnya generasi yang tidak hanya cakap dalam berbahasa, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghargai perbedaan serta bangga terhadap identitas bangsa Indonesia,” kata Komang.
Semarak acara juga terlihat dari busana tradisional yang dikenakan siswa dalam setiap penampilan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pengenalan budaya Indonesia di tengah lingkungan multikultural Jepang.
Jumlah peserta didik SIT pun terus bertambah. Dari 165 siswa pada tahun pelajaran sebelumnya, jumlahnya meningkat menjadi 174 siswa pada awal tahun pelajaran 2025/2026 dan mencapai 187 siswa pada Mei 2026.
Baca juga: Bulan Bahasa 2025 di Sekolah Indonesia Tokyo Meriah, Soroti Bahasa sebagai Jati Diri Bangsa




