Channel9.id-Jakarta. Kabar gembira bagi para pengemar film. Festival film internasional tahunan Jakarta Film Week (JFW) 2026 diumumkan berlangsung pada 21 hingga 25 Oktober 2026 dengan mengusung tema ‘Encounter’ (perjumpaan).
Direktur Festival Jakarta Film Week 2026 Rina Damayanti mengatakan pilihan tema untuk perhelatan tahun keenam yang dipersembahkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta serta Jakarta Film Commission itu sebagai wujud Jakarta Film Week mendukung penuh visi Jakarta Kota Sinema.
“Ketika kreativitas dan imajinasi sudah dinyalakan, maka membutuhkan ruang untuk bertemu, Jakarta adalah titik temu sinema,” kata Rina Damayanti dalam konferensi pers menjelang JFW 2026 di mal kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).
Lebih lanjut, Rina menerangkan bahwa tema perjumpaan atau Encounter dipilih setelah pada edisi tahun lalu festival menggunakan tema ‘Reignite’ atau menyalakan kembali, yang berfokus pada penataan kembali semangat, kreativitas, dan kolaborasi dalam dunia sinema.
Rina menyampaikan festival film tahunan yang berlangsung pada 21 hingga 25 Oktober 2026 di Jakarta menyiapkan berbagai program kolaborasi khusus dengan negara-negara Eropa.
“Tahun ini kami senang sekali berkolaborasi dengan banyak mitra, antara lain adalah kami berkolaborasi dengan Embassy of Italia, Instituto Italiano di Cultura Jakarta dan Cinecittà. Terima kasih Pak Michelle Cavallaro, JFW akan punya ‘Italian Screen’ (pemutaran film Italia),” beber Rina.
Film yang diputarkan pada bagian “Italian Screen” antara lain menampilkan film ‘Duse’ karya Pietro Marcello dan ‘The Tasters’ karya Silvio Soldini.
Hubungan erat dengan perfilman Eropa juga diperluas melalui kemitraan berkelanjutan bersama Kedutaan Besar Belanda dan Erasmus Huis melalui peluncuran program Bioscoop Belanda di JFW 2026 yang berfokus pada pemutaran film-film Belanda.
Kemitraan perfilman dengan negara-negara Eropa juga diperkuat dengan relasi JFW 2026 dengan Kedutaan Besar Prancis dan Institut Français Indonesia (IFI) Jakarta.
Salah satu yang telah diantisipasi akan hadir di JFW tahun ini adalah “Next Step Studio”, sebuah inisiatif bersama Indonesia dan Prancis untuk menghasilkan film antologi yang merangkum empat film pendek hasil kolaborasi penulisan dan penyutradaraan bersama antara sineas muda Indonesia dengan sineas dari kawasan Asia Tenggara.
Sebelum diboyong ke JFW 2026, proyek kolaborasi itu telah melangsungkan “world premiere”-nya di sesi khusus La Semaine de la Critique (Cannes Critics’ Week) Festival Film Cannes pada 14 Mei 2026.
Keempat film pendek yang bergabung dalam antologi tersebut yakni “Holy Crowd” (2026) karya kolaborasi sutradara Reza Fahriyansyah bersama Ananth Subramaniam, ‘Original Wound’ (2026) garapan Shelby Kho bersama Sein Lyan Tun, ‘Annisa’ (2026) yang mempertemukan aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian dengan Sam Manacsa, serta ‘Mothers Are Mothering’ (2026) karya Khozy Rizal bersama Lam Li Shuen.
Dan ‘Empat Musim Pertiwi’ karya Kamila Andini yang menjadi kandidat Oscar dari Indonesia juga menghadirkan kolaborasi rumah produksi lintas negara, termasuk Indonesia, Prancis, dan Belanda.
Film tersebut akan diputarkan di Jakarta Film Week (JFW) 2026 setelah terpilih dalam “Global Feature Official Selection” bersama film lain yaitu ‘9 Temples to Heaven’ karya Sompot Chidgasornpongse, ‘Erupcja’ karya Pete Ohs, dan ‘Too Many Beasts’ karya Sarah Arnold.
Juga tidak kalah dinantikan, film penutup JFW 2026 yaitu ‘Laut Bercerita’ (2026) karya Yosep Anggi Noen, dibintangi oleh nama-nama besar Reza Rahardian, Dian Sastrowardoyo, dan Christine Hakim.
Rina menyampaikan seperti tema yang diusung dalam JFW 2026, yakni “Encounter” atau perjumpaan, membawa pesan bahwa setiap perjumpaan-perjumpaan pasti membuka kemungkinan-kemungkinan kerja sama, persahabatan, saling belajar, berkoneksi, saling memahami, dan lain-lain.
“Jakarta adalah kota yang tepat untuk perjumpaan-perjumpaan tersebut. Dengan semangat Encounter, kami ingin menjadikan Jakarta Film Week sebagai titik temu. Titik temu antara talenta-talenta muda, keberanian-keberanian berkarya, keberanian bereksperimen, dan juga untuk menyuarakan suaranya. Titik temu kreativitas dan kolaborasi, titik temu Jakarta dengan dunia,” pungkas Rina.
Melalui tema baru ‘Encounter’, Jakarta Film Week 2026 diposisikan sebagai titik temu bagi talenta muda, keberanian berkarya, dan kolaborasi antara industri film Jakarta dengan dunia internasional.
Antusiasme terhadap festival tahun ini tercatat melonjak tajam dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Rina melaporkan bahwa Jakarta Film Week 2026 telah menerima lebih dari 1.200 pengiriman karya film yang berasal dari 82 negara, serta 180 proposal kegiatan kompetisi.
Rangkaian praacara menuju festival utama Jakarta Film Week sudah dimulai sejak Maret 2026 melalui rangkaian program bertajuk “JFW 360″yang bertujuan membawa festival film ini ke lebih banyak ruang putar dan ruang publik.
Program tersebut menggandeng berbagai mitra strategis mulai dari J-Youth Film Festival dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, JFW x Gramedia, NuSinema Bandung, hingga JFW360 x Vidio dengan penayangan 24 film pendek secara daring di platform Vidio untuk memperluas gema acara sebelum puncak Jakarta Film Week 2026 dimulai pada 21 Oktober 2026 mendatang.
Kontributor: Akhmad Sekhu




