Channel9.id – Jakarta. Institut Agama Islam (IAI) Suryani Thaher secara resmi membuka tahun akademik baru melalui kegiatan Kuliah Perdana yang diselenggarakan pada Senin (28/9/2026). Acara yang berlangsung secara Hybrid dan khidmat, dihadiri oleh Ketua Yayasan, Rektor berikut para civitas akademiks dan 104 Mahasiswa Baru IAIST Tahun ajaran 2026/2027 serta menghadirkan tokoh publik.
Kuliah perdana IAI Suryani Thaher kali kini menghadirkan akademisi, DR. Ir. R. Kun Wardhana Abyoto, M.T, sebagai narasumber utama.
Kuliah perdana ini mengangkat materi krusial mengenai peran strategis pendidikan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan era digital serta percepatan transformasi teknologi yang berlandaskan nilai-nilai moral dan keimanan dengan tema ”Kecerdasan Buatan dalam Bingkai Keimanan”.
Adapun harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini untuk mahasiswa baru adalah menjadi generasi yang tech-savvy sekaligus Berkarakter Rabbani tidak gagap apalagi takut menghadapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Harapan segenap IAI Suryani Thaher agar mahasiswa baru mampu menguasai, memanfaatkan, dan mengembangkan kecerdasan buatan secara cerdas, namun tetap menempatkan keimanan dan ketakwaan sebagai kemudi utama. AI harus menjadi alat pembebas dan pembantu manusia, bukan pengganti nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
Selain itu, penggunaan AI yang masif membawa tantangan etis yang besar—mulai dari kejujuran ilmiah, privasi data, hingga penyebaran informasi palsu. Sehingga mahasiswa IAI Suryani Thaher mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas, kejujuran akademik, dan etika Islam. Sehingga dapat menggunakan teknologi untuk memperdalam riset dan memperluas wawasan, bukan untuk mengambil jalan pintas yang merusak nilai kejujuran.
Dalam sambutannya Rektor IAI Suryani Thaher Dr. Suherman Saji, S.Pd., M.Pd berharap melalui perkuliahan di kampus ini, para mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan pembelajar yang kritis, bijaksana, serta mampu menyaring setiap kemajuan teknologi melalui kacamata tauhid dan syariat,
“Kecerdasan buatan dapat memproses jutaan data dalam hitungan detik, tetapi AI tidak memiliki hati, empati, dan hikmah, Kami berharap pengetahuan tentang AI ini menginspirasi Mahasiswa Baru untuk menciptakan inovasi-inovasi yang membawa maslahat bagi masyarakat luas. Jadikanlah kemajuan teknologi sebagai sarana dakwah modern, pendorong kesejahteraan umat, dan media penyebar kebaikan yang memperkuat rasa keimanan,” jelas Rektor Suherman.
Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Siti Suryani Thaher Dr. H. Endin AJ Soefihara, M.MA menegaskan bahwa harapan terbesar agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna pasif dari teknologi yang diciptakan bangsa lain.
“Manfaatkan ruang perkuliahan, laboratorium, dan fasilitas kampus untuk menguasai ilmu pengetahuan, melakukan riset, serta menciptakan inovasi dan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan Siti Suryani Thaher H.M. Nabil, SA.,SH juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Mahasiswa Baru dimana mereka akan masuk ke dunia perguruan tinggi di era perubahan berjalan sangat cepat, terutama di sektor teknologi.
“Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu belajar, melainkan lanskap hidup tempat kita beraktivitas, berkarya, dan memecahkan permasalahan global,” katanya.
Membangun Integritas Akademik dan Daya Saing Global
Dalam pemaparan kuliah perdana, Kun Wardhana menyoroti pentingnya adaptasi mahasiswa perguruan tinggi Islam terhadap perkembangan zaman, khususnya di tengah gelombang disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Menurutnya, penguasaan ilmu agama saja belum cukup tanpa dibarengi dengan literasi teknologi yang kuat serta integritas kepribadian.
“Integrasi antara ilmu agama, wawasan kebangsaan, dan penguasaan teknologi mutakhir adalah kunci utama agar lulusan perguruan tinggi Islam mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar identitas keislamannya, semakin paham akan fisikanya maka akan semakin meningkat imannya” ujar Kun Wardhana di hadapan ratusan sivitas akademika yang hadir.
Ia berpesan agar para mahasiswa baru memanfaatkan masa perkuliahan dengan optimal, aktif berinovasi, serta senantiasa mengasah kepekaan sosial guna menjawab berbagai persoalan umat dan masyarakat modern.
Momentum Awal Perkuliahan yang Inspiratif
Rektor dan jajaran pimpinan IAI Suryani Thaher menyambut baik kehadiran Kun Wardhana yang memberikan suntikan motivasi segar bagi para mahasiswa baru dari berbagai program studi, seperti Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga, Ilmu Al-Qur’an & Tafsir, hingga Komunikasi Penyiaran Islam.
Kehadiran narasumber berpengalaman ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar mahasiswa sejak hari pertama perkuliahan, sekaligus memperkuat komitmen IAI Suryani Thaher dalam mencetak intelektual muslim yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.
Begitu pula para dosen berharap agar acara ini sebagai salah satu wadah penyemangat dan motivasi untuk mengikuti teknologi dan menambah kualitas serta kredibilitas tinggi untuk civitas akademik IAI Suryani Thaher serta semangat dan harapan mahasiswa baru IAI Suryani Thaher.
Kegiatan ini adalah awal langkah yang berkesan di IAI Suryani Thaher lewat kuliah perdana Kecerdasan Buatan dan Keimanan. Teknologi bisa meniru kecerdasan manusia, tetapi hati dan imanlah yang menuntun arahnya. Para mahasiswa diharapkan bisa terus belajar menjadi generasi berilmu tinggi, berteknologi bijak, dan beriman teguh.
Acara kuliah perdana ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta penyerahan cinderamata kepada Kun Wardhana sebagai bentuk apresiasi atas kesediaannya berbagi ilmu dan inspirasi di lingkungan kampus IAI Suryani Thaher.




