Sutradara ‘Pasukan 1000 Janda’ Ingin Kenalkan Laksamana Malahayati kepada Kaum Muda
Lifestyle & Sport

Sutradara ‘Pasukan 1000 Janda’ Ingin Kenalkan Laksamana Malahayati kepada Kaum Muda

Channel9.id-Jakarta. Sebuah film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan. Demikian dengan sutradara Archie Hekagery yang ingin memperkenalkan sosok perempuan pahlawan nasional Laksamana Malahayati kepada kaum muda melalui film aksi fantasi ‘Pasukan 1000 Janda’. Sebuah film yang dijadwalkan diputar di bioskop mulai 12 November 2026.

“Saya ingin anak, cucu-cucu ngerti semua…,” katanya dalam konferensi pers film aksi fantasi ‘Pasukan 1000 Janda’ di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Lebih lanjut, Archie menerangkan bahwa fragmen sejarah tentang Laksamana Malahayati​​​​​​​dituangkan dalam film ‘Pasukan 1000 Janda’.

“Kita memutuskan untuk mengambil sedikit fragmen sejarah itu dan kemudian membuatnya menjadi film fantasi. Jadi, film ini sebenarnya film fantasi, kenapa kita memutuskan untuk itu, karena film itu adalah budaya pop,” terangnya.

Menurut Archie, film bukan sejarah. “Karena film bukan sejarah, film itu pop culture, orang mau nonton,” bebernya.

Lewat film aksi fantasi barunya, Archie ingin mengajak kaum muda untuk mengenal sosok Laksamana Malahayati serta mencari tahu lebih banyak informasi mengenai laksamana perempuan asal Aceh itu dari berbagai literatur.

Laksamana Keumalahayati atau Laksamana Malahayati antara lain dikenal karena memimpin Angkatan Laut Kerajaan Aceh melawan bangsa asing seperti Portugis dan Belanda.

Perempuan yang pandai dalam bernegosiasi itu lahir pada 1 Januari 1550 dalam keluarga Kesultanan Aceh. Ayahnya adalah Laksamana Mahmud Syah, panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh.​​​​​​​

Archie terinspirasi untuk membuat film tentang kepahlawanan setelah kerabat dekatnya menyarankan dia untuk menonton pertunjukan teater Malahayati.

Film ‘Pasukan 1000 Janda’ menampilkan pemeran seperti Atiqah Hasiholan, Cut Mini, Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Ully Triani, Fergie Brittany, Tasha Siahaan, Muhammad Abyan Abqory, Hans de Kraker, Vincent Verhaag dan Ron Smoorenburg.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  42  =  47