Penerima bantuan pangan
Ekbis

967,5 Ribu Ton Bantuan Pangan Beras Juli-September Tuntas, Pemerintah Siap Lanjutkan Oktober sampai Desember

Channel9.id, Jakarta – Program bantuan pangan beras tahap kedua di tahun ini telah tuntas dilaksanakan Perum Bulog atas penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Program bantuan pangan beras untuk periode Juli, Agustus, dan September telah selesai salur secara nasional di angka 967,5 ribu ton pada 30 September lalu.

Salah satu torehan positif penyaluran bantuan pangan beras Juli-September adalah tercapainya 100 persen salur pada beberapa provinsi yang ada di Indonesia bagian timur, antara lain Papua, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah. Ini menandakan kolaborasi apik Bulog bersama pemerintah daerah dengan TNI dan Polri.

“Untuk realisasi program bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, dan September telah selesai salur sebanyak 967,5 ribu ton atau 97 persen. Selanjutnya pemerintah akan melanjutkan bantuan pangan beras kembali untuk periode Oktober, November, dan Desember,” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani dikutip di Jakarta pada Selasa (6/10/2026).

Adapun selama periode salur bantuan pangan beras Juli-September yang dimulai pada pertengahan Agustus, turut andil menjadi faktor penekan fluktuasi harga beras. Dengan sasaran penerima sebanyak lebih dari 30 juta penerima, maka kebutuhan konsumsi masyarakat berpenghasilan rendah dapat terbantu, sehingga secara tidak langsung dapat menurunkan permintaan pasar.

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah daerah dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras yang mengalami kenaikan tercatat mulai mereda. Pada minggu keempat Agustus, BPS mencatat 147 kabupaten/kota dengan kenaikan IPH beras. Terbaru, pada minggu pertama Oktober telah menurun hingga menyisakan 115 kabupaten/kota saja yang masih ada kenaikan IPH beras.

Implikasi program bantuan pangan yang turut andil menekan harga diamini pula oleh pedagang beras di berbagai daerah. Pedagang beras di Kota Magelang dan Sukoharjo, Jawa Tengah yang dijumpai Bapanas, mengiyakan bahwa ada penurunan harga selama pemerintah menggelontorkan program bantuan pangan beras.

Setali tiga uang, Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Dedy, menuturkan sudah mulai terjadi penurunan harga beras dalam rantai pasok yang ia geluti sehari-hari. Tidak lain tidak bukan, salah satunya karena realisasi program bantuan pangan beras.

“Kan ada bantuan pangan. Kemarin ada rapelan, sampai per penerima manfaat kan itu kan ada tambahan 1 juta ton lagi, jadi 30 kilogram per penerima manfaat. Nah itu kan lumayan berdampak juga. Dua minggu terakhir, itu memang mengalami penurunan untuk harga, kisaran Rp 400 sampai 500,” ungkap Dedy.

Berkat tuntasnya program bantuan pangan beras tahap pertama di periode Februari-Maret dan tahap kedua di periode Juli-September, pemerintah melalui Perum Bulog telah berhasil menggelontorkan total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1,63 juta ton. Rinciannya realisasi bantuan pangan tahap pertama sebanyak 662,8 ribu ton dan tahap kedua sebanyak 967,5 ribu ton.

Selanjutnya, pemerintah telah menyiapkan kucuran bantuan pangan beras sampai akhir tahun mendatang. Berkat direktif Presiden Prabowo Subianto, program bantuan pangan beras selama tahun 2026 pecah rekor karena memuat alokasi paling besar dalam setahun sejak diluncurkan pada tahun 2023. Total beras yang dialokasikan untuk bantuan pangan beras tahun ini dapat mencapai hingga 2,6 juta ton.

“Ini merupakan bentuk kecintaan Bapak Presiden Prabowo kepada rakyat. Beliau ingin 33,24 juta keluarga yang memang membutuhkan bantalan ekonomi, itu menjadi prioritas pemerintah, agar setiap bulan kebutuhan berasnya dapat terpenuhi,” kata Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan terpisah.

Adapun untuk bantuan pangan beras tahun 2026 sebelumnya telah dialokasikan untuk Februari-Maret dan Juli-September atau 5 bulan. Dengan penambahan sampai Desember menjadikan bantuan pangan beras tahun 2026 akan mempunyai alokasi hingga 8 bulan. Setiap bulannya 33,24 juta penerima akan diberikan beras 10 kilogram (kg).

Secara kuantitas, total bantuan pangan beras tahun 2026 dapat mencapai 2,6 juta ton yang terdiri dari bantuan pangan Februari-Maret yang 662,8 ribu ton, Juli-September yang 967,5 ribu ton, dan Oktober-Desember yang juga diestimasikan memiliki alokasi 997 ribu ton.

Sebelumnya, total alokasi program bantuan pangan beras terbesar pernah ada di tahun 2024. Kala itu menyasar kepada 22 juta penerima setiap bulannya dengan total alokasi mencapai 10 bulan yang terdiri dari Januari-Maret, April-Juni, dan Agustus-Desember. Kuantitas beras untuk bantuan pangan beras tahun 2024 mencapai 1,9 juta ton.

Untuk diketahui, direktif Presiden Prabowo tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9/2026). Menko Airlangga memastikan program bantuan pangan beras jalan terus sampai Desember 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11  +    =  15