Channel9.id-Jakarta. Sebuah film tak hanya hiburan semata, tapi juga bisa mempromosikan batik. Demikian dengan film ‘Empat Musim Pertiwi’ yang secara resmi terpilih oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia (IOSC) sebagai perwakilan resmi negara untuk bersaing dalam kategori Best International Feature Film di ajang Academy Awards ke-99 atau Piala Oscar 2027.
Menjelang keberangkatan untuk masa promosi di Amerika Serikat, para pemeran utama telah menyiapkan misi khusus untuk memperkenalkan budaya Indonesia di panggung dunia.
Aktor utama Arya Saloka mengungkapkan bahwa dirinya bersama Putri Marino berencana mengenakan batik selama rangkaian kegiatan di ‘Negeri Paman Sam’ tersebut.
Menurut Arya, penggunaan wastra nusantara merupakan cara paling efektif agar identitas Indonesia melekat kuat dalam representasi mereka.
“Usul pertama kali sih pakai batik, yang kedua tetap pakai batik. Jadi memang biar Indonesianya melekat,” ujar Arya Saloka pada acara gala perdana Empat Musim Pertiwi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Lebih lanjut, Arya menerangkan bahwa film Empat Musim Pertiwi itu sendiri sebenarnya sudah menjadi instrumen promosi kebudayaan yang kuat.
Arya berharap penayangan film ini di luar negeri dapat memberikan gambaran yang kaya dan mendalam mengenai Indonesia kepada penonton global.
“Sebenarnya dengan Empat Musim Pertiwi, Insyaallah mudah-mudahan diputar di sana pun itu sudah salah satu cara mempromosikan Indonesia,” tambahnya.
Semangat untuk membawa identitas bangsa ini juga didukung oleh aktor muda Nagara Kautsar Pakusadewo.
Bertepatan dengan pekan Hari Batik Nasional, putra dari aktor senior Tio Pakusadewo ini mengaku sebagai penikmat setia batik dalam kesehariannya.
Berbeda dengan kolektor yang mencari batik berdasarkan asal daerah, Nagara lebih mengedepankan ikatan emosional dan estetika visual saat memilih kain.
“Aku batik emang senang, tapi tanpa melihat asalnya dari mana. Jadi kadang kayak suka motifnya, oh ternyata ini dari Solo atau Jogja. Hanya sebatas melihat dan jatuh cinta begitu saja,” ungkap Nagara.
Saat ini, tim produksi dan para pemain masih mendiskusikan detail konsep pakaian serta jenis wastra nusantara lainnya yang akan dibawa.
Tujuannya agar representasi budaya Indonesia dapat tampil maksimal dan memukau di ajang penghargaan film paling bergengsi di dunia tersebut.
Kontributor: Akhmad Sekhu




