Channel9.id-Jakarta. Sebuah lagu tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan. Demikian dengan grup band Drown Confessional yang kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru mereka yang berjudul ‘Resah’.
Lagu ini hadir sebagai sebuah medium yang membawa pendengar masuk ke dalam ruang paling personal, yakni labirin pikiran yang tidak pernah benar-benar diam.
Resah lahir dari kegelisahan kolektif yang kerap dirasakan banyak orang di era modern.
Lagu ini memotret kontradiksi seseorang yang tampak baik-baik saja dari luar, namun di dalam kepalanya berkecamuk berbagai suara, pertanyaan, penyesalan, hingga ketakutan yang terus berputar tanpa henti.
Melalui lirik yang mendalam, Drown Confessional menggambarkan perjalanan menghadapi diri sendiri.
Lagu ini berbicara tentang cerminan masa lalu dan pilihan hidup yang telah diambil. Di tengah dunia yang terasa semakin melelahkan, Resah menangkap keinginan sederhana manusia untuk berhenti sejenak dan melihat kembali perjalanan yang telah dilalui.
Secara musikal, lagu ini mempertahankan karakter emosional yang kuat dengan atmosfer yang kental dengan warna musik Emo.
Aransemennya menjadi representasi dari pergulatan antara rasa takut, penyesalan, dan harapan untuk terus berjalan meskipun akhir dari perjalanan tersebut belum dapat dipastikan.
Pesan utama lagu ‘Resah’ adalah “Tidak semua perjalanan memiliki akhir yang pasti. Tapi setiap langkah tetap layak untuk dijalani.”
Meski judulnya menyiratkan kecemasan, Drown Confessional menegaskan bahwa lagu ini bukan sekadar tentang kegelisahan. Di balik liriknya yang kelam, terselip pesan optimis mengenai kesempatan untuk berubah.
Band ini menekankan bahwa setiap hari selalu memberikan ruang untuk menjadi versi diri yang lebih baik tanpa harus menunggu menjadi hebat untuk memulai.Tiket Pertunjukan
Bagi Drown Confessional, Resah adalah ruang bagi siapa pun yang sedang berhadapan dengan pikirannya sendiri, terutama bagi mereka yang merasa tertinggal, kehilangan arah, atau terjebak dalam pola pikir overthinking.
Lagu ini mengajak pendengar untuk menerima kesalahan dan kelelahan masa lalu sebagai bagian dari proses pertumbuhan.
Dengan rilisnya Resah, Drown Confessional berharap pendengar tidak lagi melawan keresahan dengan cara melarikan diri, melainkan menghadapinya dan menjadikannya alasan untuk terus melangkah maju.
Kontributor: Akhmad Sekhu




