Nasional

Pramarin Minta Penyebab Kebakaran KMP Batumandi Diusut, Soroti Sistem Deteksi Api

Channel9.id – Jakarta. Ketua Umum Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin), Datep Purwa Saputra, meminta penyebab kebakaran KMP Batumandi di perairan Selat Sunda, dekat Pulau Merak Besar, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026), diusut secara menyeluruh. Salah satu aspek yang menurutnya perlu diperiksa ialah sistem deteksi dini kebakaran di kapal tersebut.

Datep menilai, insiden yang terjadi saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak itu perlu menjadi bahan evaluasi keselamatan transportasi penyeberangan. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui sumber api dan memastikan apakah sistem keselamatan kapal berfungsi sesuai ketentuan.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni pada pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas melihat percikan api di bagian buritan, tepatnya di area dek kendaraan.

Seluruh 420 penumpang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kapal tersebut juga mengangkut 83 unit kendaraan, terdiri atas mobil besar dan kecil.

Menurut Datep, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan sebelum proses investigasi selesai. Ia menyoroti kemungkinan adanya persoalan pada sistem deteksi kebakaran yang perlu diperiksa oleh tim investigasi.

“Perlu pemeriksaan lebih jauh tetang tidak terditeksinya fire detection (smoke dan Heat detector) di Panel Anjungan Kapal,” kata Datep kepada Channel9.id di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Datep menjelaskan, KMP Batumandi dibangun pada 2015 sehingga berusia sekitar 11 tahun saat insiden terjadi. Namun, usia kapal saja tidak cukup untuk memastikan kondisi kelaiklautan maupun menentukan penyebab kebakaran.

Ia menyebut pemeriksaan perlu mencakup fungsi detektor asap dan panas serta sistem alarm kebakaran. Pengawasan awak kapal saat proses olah gerak untuk bersandar juga menjadi salah satu aspek yang perlu ditelusuri.

Dalam analisis sementaranya, Datep turut menyoroti kemungkinan kebakaran yang bersumber dari kendaraan di dek muatan, termasuk kendaraan listrik. Baterai kendaraan listrik berjenis lithium-ion berpotensi mengalami thermal runaway, yakni kondisi ketika panas meningkat secara tidak terkendali dan dapat memicu kebakaran.

Namun, kemungkinan tersebut masih berupa hipotesis dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran KMP Batumandi. Pemeriksaan perlu memastikan jenis kendaraan yang berada di sekitar titik awal api serta kondisi kendaraan dan instalasi kelistrikannya.

Selain itu, Datep menilai kemungkinan kelalaian manusia dalam pengawasan muatan dan penerapan prosedur keselamatan perlu ditelusuri. Ia juga memasukkan dugaan kesengajaan sebagai salah satu kemungkinan yang menurutnya perlu diperiksa, tanpa menyertakan bukti yang memastikan adanya unsur tersebut.

Datep merekomendasikan audit terhadap sistem deteksi dini dan pemadaman kebakaran di dek kendaraan kapal penyeberangan. Ia juga mendorong peningkatan pelatihan penanganan kebakaran bagi awak kapal, terutama untuk menghadapi api yang muncul di area kendaraan.

Menurutnya, operator penyeberangan dan otoritas pelabuhan juga perlu mengevaluasi prosedur pengangkutan kendaraan listrik, mulai dari identifikasi hingga penempatan kendaraan di kapal. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi risiko kebakaran selama pelayaran.

Datep turut meminta hasil investigasi diumumkan secara terbuka agar penyebab insiden dapat diketahui berdasarkan bukti. Ia menilai penjelasan yang objektif diperlukan untuk menghindari spekulasi di tengah masyarakat.

Penyebab kebakaran KMP Batumandi sendiri masih dalam penyelidikan. Kesimpulan mengenai sumber api, kondisi sistem keselamatan kapal, serta kemungkinan faktor kelalaian baru dapat ditetapkan setelah pemeriksaan oleh pihak berwenang selesai dilakukan.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +  2  =