Channel9.id, Jakarta – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, pesan reflektif disuarakan oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ia berpesan agar generasi muda tidak sekadar terlena dalam kemajuan teknologi, melainkan tetap memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
Hal tersebut diungkapkan Megawati saat menyapa peserta Merah Muda Fest 2026 melalui tayangan video di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026). Membuka pidatonya dengan pekikan semangat “Merdeka!”, ia mengapresiasi energi dan kreativitas anak muda yang memadati ruang publik tersebut.
Bagi Megawati, ajang seperti Merah Muda Fest 2026 bukan sekadar festival perayaan biasa. Ia memandangnya sebagai ruang perjumpaan strategis bagi kaum muda untuk bertukar gagasan sekaligus merumuskan arah masa depan bangsa.
Namun, di balik optimisme tersebut, Megawati melontarkan catatan penting mengenai krisis karakter yang kerap menjerat kalangan terdidik. Menurutnya, kecerdasan intelektual dan kepintaran akademis sering kali kehilangan arah ketika tidak diiringi dengan integritas moral yang kokoh.
“Banyak mereka justru orang pintar, tapi hatinya goyang. Hatinya tidak teguh, tidak berani,” ungkap Megawati.
Ia menegaskan, masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada seberapa handal generasi muda menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga pada kekuatan prinsip dan karakter yang mereka pegang. Kedisiplinan, kejujuran, serta tanggung jawab harus menjadi landasan dalam memanfaatkan kemajuan zaman tanpa mengesampingkan nilai kemanusiaan.
Menutup pesannya jelang peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Megawati mendorong anak muda untuk tampil sebagai agen perubahan yang memiliki keberanian moral secara nyata.
“Kalian harus memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran, keteguhan untuk melawan ketidakadilan, dan kepekaan untuk selalu berpihak kepada rakyat, terutama mereka yang lemah,” tandasnya.




