Nasional

Kepala Bakom: Pemerataan Pendidikan Butuh Dukungan Infrastruktur

Channel9.id – Jakarta. Pemerataan pendidikan di Indonesia tidak hanya bergantung pada kualitas pembelajaran dan ketersediaan tenaga pengajar, tetapi juga pada infrastruktur yang memudahkan siswa menjangkau sekolah. Hambatan geografis, terutama di wilayah terpencil, masih menjadi persoalan yang perlu ditangani untuk memperluas akses pendidikan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengatakan pembangunan pendidikan membutuhkan dukungan lintas kementerian. Menurut dia, program pembelajaran perlu berjalan beriringan dengan pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

“Sebagai contoh, pembangunan jembatan-jembatan yang menghubungkan desa-desa terpencil yang sebelumnya terpisah oleh sungai. Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat, khususnya anak-anak, kini dapat bersekolah dengan lebih mudah,” kata Syahganda saat kunjungan ke Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin (26/10/2026) dikutip Channel9.id dari keterangan tertulis Bakom RI.

Syahganda menilai digitalisasi pendidikan dan penguatan peran guru menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan pendidikan. Namun, program tersebut perlu didukung infrastruktur yang memadai agar anak-anak di daerah dengan kondisi geografis sulit juga dapat mengakses sekolah.

Ia mengatakan berbagai upaya di sektor pendidikan perlu disampaikan secara lebih baik kepada masyarakat. Menurut dia, upaya yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun instansi lain belum sepenuhnya terkomunikasikan kepada publik.

“Pemerintah sudah bekerja keras, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi berbagai upaya tersebut belum terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Syahganda.

Selain akses terhadap sekolah, Syahganda menyoroti kesejahteraan guru sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan pendidikan. Dukungan terhadap tenaga pengajar dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Perhatian pemerintah terhadap nasib guru selama ini begitu luar biasa, baik melalui pemberian tunjangan maupun berbagai bantuan lainnya. Perhatian tersebut diberikan kepada guru yang sudah tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun yang belum tercatat sebagai ASN,” tegasnya.

Ia berharap akses pendidikan yang lebih luas dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan taraf hidup. Kesempatan tersebut, menurut dia, perlu terbuka bagi masyarakat tanpa terhalang kondisi ekonomi maupun lokasi tempat tinggal.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  64  =  74