Channel9.id, Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terus menggenjot penguatan ekonomi kerakyatan dari tingkat akar rumput. Berbagai produk unggulan desa kini didorong untuk naik kelas, memperluas jangkauan pasar, hingga menembus rantai pasok global.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria saat meresmikan pembukaan Indonesia Villages Expo (Indovex) 2026 yang diselenggarakan di Kota Batu, Jawa Timur, pada 2-4 November 2026.
“Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terus mendorong penguatan ekonomi desa, pengembangan BUM Desa, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pasar dan investasi. Kita ingin produk desa naik kelas, BUM Desa semakin profesional, pasar semakin luas, dan pendapatan masyarakat semakin meningkat,” ujar Wamendesa dalam sambutannya.
Digelar untuk pertama kalinya, ajang Indovex 2026 dirancang sebagai ruang temu strategis antara potensi desa dengan peluang usaha, pertemuan antara Badan Usaha Milik (BUM) Desa dengan para investor, serta wadah interaksi langsung antara produsen, pembeli, dan inovator teknologi tepat guna.
Wamendesa mengapresiasi sejumlah capaian membanggakan dari daerah-daerah yang sukses menembus pasar ekspor di tengah berbagai keterbatasan geografis.
“Kita patut bangga ketika produk kerajinan dari Blitar dan gula aren dari Pacitan mampu menjangkau pasar internasional, atau buah manggis dari Tasikmalaya masuk dan diterima Mesir. Ini menunjukan tantangan geografis tidak membatasi cita-cita masyarakat desa untuk terus maju dan berkembang,” ungkapnya.
Perhelatan akbar yang berlangsung selama tiga hari ini turut dihadiri oleh Wali Kota Batu Nurrochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, jajaran pejabat Pemkot Batu, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur.
Walikota Batu Nurrochman mengharapkan acara Indovex 2026 bisa memperkuat potensi sumberdaya desa menuju ekonomi yang berkelanjutan.
Direktur PT Kinarya Cipta Kreasi sekaligus Ketua Panitia Indovex 2026, Windhu Widjaya, menjelaskan bahwa pameran perdana ini diikuti oleh 90 stan desa dan BUM Desa dari berbagai penjuru tanah air. Sebagai tuan rumah, Kota Batu tampil meriah dengan menghadirkan 19 stan desa.
Kemeriahan pameran juga didukung oleh partisipasi sejumlah instansi dan badan usaha terkemuka, seperti Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Perum Bulog, Gallery 24 Pegadaian, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Kalimantan Selatan. Kehadiran 30 stan Kuldesak (Kuliner Desa Kreatif) serta panggung hiburan rakyat turut menambah semarak acara bagi para pengunjung yang hadir.
Tidak hanya sekadar pameran produk fisik, Windhu menambahkan bahwa Indovex 2026 juga menghadirkan beragam agenda pendukung untuk memperkuat kapasitas dan literasi pengelola desa. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi sesi seminar, coaching clinic, workshop, hingga forum business matching yang mempertemukan langsung pelaku usaha desa dengan calon pembeli potensial.
“Melalui sinergi lintas pihak di Kota Batu ini, Indovex 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi pedesaan Indonesia agar semakin mandiri, profesional, dan berdaya saing di kancah internasional,” tandasnya.




