Channel9.id-Jakarta. Setelah sukses di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 dengan meraih Special Mention dalam kompetisi Asian Future, film ‘Desember Jani’ siap bertemu penonton Indonesia.
Debut film panjang sutradara Ariani Darmawan ini akan menggelar Indonesian Premiere di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026 sekaligus bersaing dalam kompetisi Indonesian Screen Awards.
Film produksi Palari Films tersebut dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Desember 2026. Kehadirannya di JAFF menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya cerita tentang empat perempuan dari tiga generasi dalam satu keluarga ini dipertemukan dengan penonton di tanah air.
JAFF 2026 sendiri berlangsung selama delapan hari, mulai 29 November hingga 6 Desember 2026, di berbagai lokasi pemutaran di Yogyakarta. Desember Jani akan hadir dalam dua jadwal pemutaran di Empire XXI, serta satu Special Screening Jogjakarta yang didukung oleh V-Soy.
Penonton yang ingin menyaksikan Desember Jani lebih awal dapat mengikuti pemutaran Indonesian Premiere di JAFF 2026. Film ini dijadwalkan tayang pada Minggu, 29 November 2026, pukul 18.10 WIB, dan pemutaran kedua pada Senin, 30 November 2026, pukul 18.05 WIB. Kedua pemutaran tersebut berlangsung di Empire XXI.
Selain itu, Special Screening Jogjakarta akan digelar pada Senin, 30 November 2026, pukul 13.00 WIB bersama Kalis Mardiasih dan didukung oleh V-Soy.
Bagi Palari Films, JAFF memiliki makna tersendiri. Pada edisi perdana Indonesian Screen Awards tahun 2017, film Posesif produksi Palari Films berhasil membawa pulang penghargaan Best Film. Sembilan tahun kemudian, rumah produksi ini kembali berkompetisi di ajang yang sama lewat Desember Jani.
Program Director JAFF, Alexander Matius, turut memberikan apresiasi terhadap pendekatan penceritaan film tersebut.
“Lewat Desember Jani, debut penyutradaraan Ariani Darmawan ini memindahkan seluruh beban dramatik lewat dialog ringan sehari-hari dan perilaku-perilaku domestik, sehingga konflik tiga generasi perempuan terbaca tanpa sekali pun perlu cerewet dan meletup-letup untuk menjelaskan rentetannya. Kematangan seperti itu membuatnya berdiri sebagai salah satu potret keluarga paling menarik, berbeda, dan menyegarkan di tahun ini,” ujar Alexander Matius.
Film ‘Desember Jani’ menghadirkan kisah empat perempuan dari tiga generasi dalam satu keluarga, yaitu Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), Julia (Hyori Mika), dan Jani (Chempa Puteri).
Cerita berpusat pada Jani, seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang harus menghadapi situasi rumit setelah kakaknya, Julia, pergi dari rumah tanpa pamit. Sepuluh hari setelah kepergian Julia, Jani hanya ingin kakaknya kembali. Namun, ia mengetahui bahwa ibunya, Winnie, menjadi penyebab Julia meninggalkan rumah.
Hubungan Winnie dan Julia semakin renggang. Winnie sendiri sibuk bekerja untuk menutupi rasa bersalahnya, sementara Oma menjadi satu-satunya sosok yang mampu menghibur Jani. Diam-diam, Jani masih menjalin komunikasi dengan Julia.
Selama empat hari di bulan Desember, Jani dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah: tetap diam demi melindungi kakaknya atau akhirnya berani berbicara kepada ibunya.
Konflik keluarga ini dikemas melalui berbagai momen sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari obrolan di meja makan, makanan yang disiapkan tanpa diminta, pesan yang tak kunjung dibalas, hingga rutinitas rumah tangga yang sering dianggap biasa.
Salah satu tema utama dalam Desember Jani adalah invisible care labour, atau kerja perawatan yang kerap tidak terlihat. Film ini menyoroti berbagai pekerjaan domestik yang sering kali tidak diakui dan tidak dibayar, serta masih banyak diasosiasikan dengan perempuan.
Kerja perawatan tersebut mencakup kegiatan menyiapkan makanan, merapikan rumah, merawat orang tua lanjut usia, mengingat ulang tahun guru anak, hingga menjaga suasana rumah tetap hangat. Melalui hal-hal sederhana itu, film ini menggambarkan bagaimana perempuan menjalankan peran penting dalam keluarga.
Sutradara Ariani Darmawan berharap film ini dapat menjadi ruang refleksi bagi penonton, khususnya keluarga Indonesia.
“Film ini merayakan menjadi perempuan, dan memberi ruang bagi kerja-kerja perawatan yang sering tidak terlihat. Sejak awal, film ini dibuat untuk keluarga Indonesia. Di JAFF, untuk pertama kalinya kami bisa melihat langsung bagaimana penonton di rumah sendiri merespons cerita ini. Semoga setelah menonton, ada yang pulang lalu menyapa ibunya, kakaknya, atau adiknya, dan mulai bicara,” ujar Ariani.
Film ini juga menjadi momen kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar. Selain itu, Desember Jani menandai peran utama pertama Chempa Puteri, debut layar lebar Hyori Mika, serta kehadiran Tutie Kirana yang telah berkarya lebih dari 50 tahun. Skenario film ditulis oleh Ariani Darmawan bersama penyair dan novelis Cyntha Hariadi.
Produser Meiske Taurisia turut mengungkapkan antusiasmenya terhadap perjalanan film ini yang akhirnya sampai ke penonton Indonesia.
“Perjalanan festival ini terasa lengkap karena berakhir di rumah. JAFF selalu jadi tempat bertemu penonton yang mencintai film Indonesia dengan sungguh-sungguh. Kami tidak sabar berbagi Desember Jani dengan mereka,” ujar Meiske.
Setelah menjalani World Premiere di TIFF 2026 dan mendapatkan Special Mention dalam kompetisi Asian Future, Desember Jani akan melanjutkan perjalanan festivalnya di JAFF 2026.
Film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia dengan Luna Maya sebagai produser eksekutif. Kehadirannya di bioskop diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton Indonesia, terutama mereka yang ingin menyaksikan kisah keluarga dengan perspektif perempuan dan hubungan antargenerasi.
‘Desember Jani’ dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Desember 2026. Informasi lengkap mengenai film ini dapat diakses melalui situs resmi Palari Films di palarifilms.com/desemberjani.
Kontributor: Akhmad Sekhu




