Channel9.id-Jakarta. Terjun ke dunia musik menjadi keasyikan tersendiri. Setelah vakum cukup lama pasca meninggalkan Efek Rumah Kaca, Adrian Yunan kembali merilis karya musik dengan menelurkan dua album solo berjudul ‘Sintas’ dan ‘Jalan Keluar’. Dua karya yang menandai fase baru perjalanan bermusiknya setelah bergulat dengan kondisi penglihatan.
Adrian mengaku sempat berpikir untuk berhenti total dari dunia musik ketika matanya semakin memburuk. “Aku sempat pas setelah rehat itu aku sempat berpikir kayaknya musik nggak ini ya, nggak bisa aku lakuin lagi,” ujar Adrian Yunan saat ditemui di Kios Ojo Keos, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.
Setelah rehat sekitar satu tahun, Adrian kembali memegang gitar dan mulai menyusun draf lagu di rumah. Ia menata ulang ritme harian, membiarkan proses kreatif berjalan perlahan dari ruang personal yang paling ia kenal.
Proses menulis ulang dan merekam ide-ide dasar itu justru menjadi penguat di tengah masa sulit yang ia jalani. “Akhirnya aku berpikir bahwa ya mau gimana lagi emang ternyata aku terapi juga dengan musik rasanya gitu ya,” katanya.
Dari ruang kerja kecil di rumah, ia merangkai kembali kebiasaan bermusik sambil beradaptasi dengan perubahan fisik dan penglihatan. Kegiatan ini menjadi pijakan untuk melanjutkan karya berikutnya.
Album Sintas yang rilis pada 2017 menjadi karya solo pertama Adrian setelah keluar dari ERK. Ia menggarapnya di rumah, bersamaan dengan upaya beradaptasi terhadap kondisi fisik dan penglihatannya yang baru.
“Menggarap album Sintas tuh sebenarnya adalah usaha aku buat menyiasati kondisi mental lah sebenarnya. Karena aku sempat merasa, ‘Aduh nih kayaknya kelarkah hidupku?’ gitu ya,” ungkapnya.
Di tengah proses itu, kehadiran sang anak menjadi pemantik yang menguatkan tekadnya untuk terus berkarya. Adrian menimbang ulang perannya di keluarga dan mencari cara untuk tetap bertahan.
“Tapi ketika anak udah mulai gede mikir lagi, maksudnya apa ya, anakku butuh sosok yang ayahnya punya spirit fighter gitu ya. Mikir lagi terus aku mau fighting pakai apa ya? Akhirnya musik lagi gitu,” tuturnya.
Selepas Sintas, ia melanjutkan perjalanan musik lewat album kedua berjudul Jalan Keluar. Ide awalnya datang dari seorang teman yang kerap menemaninya saat proses rekaman. “Jalan Keluar emang sebenarnya itu idenya dari teman. Dia waktu itu yang sering ikutan nongkrong waktu aku rekaman tuh di Merah Studio di tempatnya Reza Hilman,” jelasnya.
Bagi Adrian, Jalan Keluar adalah penanda dirinya mulai berani keluar rumah lagi setelah bertahun-tahun beradaptasi. Ia menggambarkannya sebagai momen perayaan yang sederhana namun penting.
“Rasanya dunia ini baru ya buatku ya. Asing gitu sebagai seorang yang nggak lihat, dan ternyata juga banyak fenomena baru di Jakarta gitu,” ungkapnya.
Keinginan untuk kembali beraktivitas di luar rumah menjadi dorongan utama kelahiran album ini, terutama setelah lima tahun lebih ia lebih banyak berada di rumah. “Pematiknya karena emang aku pengen merasa pengen punya perayaan gitu setelah lima tahun lebih di rumah banget,” katanya.
Album ini digarap dengan pendekatan kolaboratif, mengajak teman-teman di setiap lagu. Setiap pertemuan menjadi ruang berbagi cerita, menandai bahwa ia kembali bergaul dan berproses melalui musik.
“Jadi aku setiap lagunya nih harus beda-beda nih orangnya gitu. Sebagai penggambaran bahwa aku main lagi, bergaul lagi, curhatan lagi sama orang gitu ya,” pungkasnya.
Kontributor: Akhmad Sekhu




