Nasional

Alumni UNJ Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Profesi sebagai Guru SD

Channel9.id – Jakarta. Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) program studi magister (S2) Pendidikan Dasar bernama Nurlaela (30) meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Kabar duka tersebut beredar melalui pesan tertulis Ikatan Alumni (IKA) UNJ di media sosial WhatsApp. Jenazah korban juga telah teridentifikasi berdasarkan informasi yang tertera di papan data RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga Besar Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta turut berduka cita atas wafatnya Nurlaela, M.Pd (Magister Pendidikan Dasar UNJ 2022) pada Senin, 27 April 2026,” demikian bunyi pesan tertulis yang beredar di WhatsApp, dikutip Selasa (28/4/2026).

“Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya, menerangi tempat peristirahatan terakhirnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” lanjut pesan tersebut.

Ucapan duka juga disampaikan oleh keluarga besar SD Negeri Pulogebang 11 Jakarta Timur. Dalam poster duka yang beredar, Nurlaela diketahui berprofesi sebagai guru kelas 2 yang mengajar di sekolah tersebut.

“Inalilahi Wainalilahi Rojiun kami keluarga besar SDN Pulogebang 11 mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya: Nurlaela, M.Pd. Semoga semua amal ibadanya diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian tertulis dalam poster duka keluarga besar SDN Pulogebang 11.

Sebelumnya, jumlah korban jiwa dalam insiden kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan saat ini terdapat 7 orang meninggal dunia dalam kecelakaan ini.

“Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang,” ujar Dirut PT KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, sebanyak 81 orang mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Bobby mengungkap tiga korban yang masih terjepit di gerbong masih belum bisa dievakuasi. Ia menyebut evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian yang maksimal.

“Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta,” katanya.

Insiden tabrakan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek terhadap KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam, pukul 20:52 WIB.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan insiden ini terjadi akibat taksi yang menemper ke KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal. Hal ini membuat KRL terhenti dan di belakangnya ada KA Argo Bromo Anggrek yang akhirnya menabrak.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” kata Franoto, Senin (27/4/2026).

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

46  +    =  49