Connect with us

Hot Topic

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Terapkan Rekayasa Perawatan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito Satgas menyarankan masyarakat yang pulang dari bepergian, agar segera melakukan testing (pemeriksaan) Covid-19. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada masyarakat saat mengisi libur panjang di luar rumah atau bepergian ke luar kota.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun telah mengeluarkan arahan strategi rekayasa perawatan pasien Covid-19 apabila terjadi lonjakan di rumah sakit.

“Terdapat 3 strategi rekayasa perawatan berdasarkan besar lonjakan kasus yang berpeluang terjadi paska libur panjang,” ujar Wiku di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (03/11).

Pertama, apabila terjadi kenaikan pasien Covid-19 sebesar 20 – 50%, maka rumah sakit rujukan siap menampung kenaikan pasien tersebut. Hal ini ditunjang karena kapasitas terpakai rumah sakit rujukan, saat ini berada di tingkat 50%. Kedua, apabila terjadi kenaikan pasien sebesar 50 – 100%, maka pemerintah akan menambah kapasitas ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan Covid-19. Sehingga ruang rawat inap dapat bertambah kapastiasnya.

“Ketiga, apabila kenaikan pasien lebih dari 100%, maka tenda darurat akan didirikan di area perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit,” katanya.

Baca juga: Dr Reisa: Staycation Pilihan Terbaik Mengisi Libur Panjang

Selain itu, lanjut Wiku, pemerintah akan mendirikan rumah sakit lapangan atau darurat bekerjasama dengan BNPB dan TNI. Untuk penempatan lokasinya berada di luar rumah sakit yang dimaksud.

Antisipasi ini dilakukan karena tren lonjakan kasus paska libur panjang pernah terjadi saat libur panjang merayakan Idul Fitri akhir Mei 2020 dan hari kemerdekaan RI pada Agustus 2020. Pemerintah pusat, daerah dan Satgas Covid-19 telah berkoordinasi baik sebelum dan setelah libur panjang dalam upaya antisipasi.

Beberapa antisipasi telah dilakukan sebelumnya seperti pengawasan kekarantinaan, berlakunya e-Hac atau electronic health alert card, penyiapan alur rujukan kasus positif, penyiapan sarana dan prasarana pelabuhan dan bandara untuk penerapan protokol kesehatan.

“Terdapat juga upaya antisipasi yang dilakukan di rumah sakit. Koordinasi dengan dinas dan fasilitas kesehatan setempat, penyiapan sarana dan prasarana rumah sakit,” kata Wiku.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan terbuka saat pemerintah melakukan tracing (pelacakan). Keterbukaan masyarakat menjadi kunci utama dalam melacak kontak terdekat, sekaligus memastikan bagi yang positif Covid-19 memperoleh perawatan yang lebih dini dan lebih baik.

“Jika testing menunjukkan hasil yang positif, segera lakukan karantina di fasilitas yang telah ditetapkan pemerintah. Ikuti anjuran tenaga kesehatan, sehingga treatment (perawatan) yang dilakukan dapat berjalan efektif, dan angka kematian dapat ditekan,” tandasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dikabarkan menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Komisioner KPK Nawawi Pomolango. Ia membenanarkan operasi tangkap tangan pihaknya terhadap menteri KKP dari partai Gerindra itu.

“Benar kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam dan dini hari tadi,” kata Nawawi sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, Rabu (25/11).

Baca juga: Kantor KKP Lockdown, Menteri Edhy Prabowo Diduga Positif Covid-19 

Meski demikian, Nawawi masih ebnggan membeberkan seluruh operasi yang digelar dini hari tadi dan mlam kemarin. “Selebihnya nanti,” katanya

Sebelumnya, Menteri Eddy Prabowo ditangkap dini hari, Rabu 25 November 2020, di Bandara Soekarno-Hatta.

Penyidik KPK langsung menggiring Edhy dan beberapa orang lainnya ke KPK guna dilakukan pemeriksaan. Belum diketahui berapa jumlah orang yang dibawa ke KPK untuk penyelidikan. Begitu pula dengan kasus yang melatarbelakangi penangkapan tersebut.

Continue Reading

Hot Topic

Satgas Covid-19 Minta Anies Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan (prokes) sesuai aturan. Lantaran, wilayah ibu kota ini sudah tiga minggu berturut-turut masuk ke lima provinsi dengan penambahan kasus baru Covid-19 tertinggi.

“Bahkan di pekan ini, (DKI Jakarta) berada di peringkat pertama. Saya mohon kepada Gubernur DKI dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku,” jelas Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11).

Baca juga: Gubernur Anies: Kenaikan Kasus Covid-19 Dampak Dari Libur Panjang 

Sebagai informasi, secara nasional kasus Covid-19 naik 3,9 persen pada pekan ini. DKI Jakarta naik 1.937 dari 6.600 menjadi 8.537 kasus. Selanjutnya, penyumbang kasus Covid-19 tertinggi lainnya adalah Riau yang naik 1.166 dari 867 menjadi 2.033.

Jawa Timur menyusul dengan mengalami kenaikan sebanyak 736 dari 1.666 di pekan sebelumnya menjadi 2.392 kasus di pekan ini. Lalu, D.I Yogyakarta naik 338 dari 281 menjadi 619. “Sedangkan kelima Sulawesi Tengah naik 245 dari 111 menjadi 356,” imbuh Wiku.

Dia pun meminta agar kepala daerah di lima provinsi tersebut mengambil langkah-langkah konkret untuk menekan kasus Covid-19 di wilayahnya. Wiku menilai, kenaikan kasus di lima provinsi merupakan masalah serius

“Kami melihat tren 5 kasus penambahan kumulatif tertinggi masih konsisten pada 5 provinsi pada pekan ini dan pekan sebelumnya. Tidak ada perubahan secara signifikan,” pungkasnya.

Continue Reading

Hot Topic

48 Tahanan Bareskrim Terpapar Corona, Polri: Kami Jamin Dapat Perawatan Maksimal

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sebanyak 48 tahanan Bareskrim Polri dinyatakan positif Covid-19. Terkait hal itu, Polri memastikan seluruh tahanan tersebut sudah diberikan fasilitas kesehatan yang layak, seperti pasien covid-19 pada umumnya.

“Tentunya kami tidak bisa meng-update satu per satu (tahanan) terkait kondisi. Tapi percayalah, yang sudah dirawat di RS Polri tentu diberikan fasilitas layaknya pasien covid-19,” jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, Selasa (24/11).

Baca juga: Sebanyak 48 Tahanan Bareskrim Positif Covid-19

Awi menuturkan, Polri juga memberikan perawatan dan pengobatan semaksimal mungkin terhadap 48 tahanan Bareskrim Polri yang terpapar virus corona. Sementara, tahanan sehat dan orang tanpa gejala akan dipisahkan.

“Kami juga melakukan terapi. Dilakukan juga penyemprotan disinfektan. Lalu, diberikan vitamin, suplemen dan pengobatan seperlunya,” tandas Awi.

Seperti diketahui, 48 tahanan Bareskrim positif Covid-19 pada pekan lalu. Dari jumlah tersebut, terdapat salah satu pimpinan Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat.

Jumhur saat ini menjadi tersangka kasus dugaan ujaran kebencian atau hoaks terkait aksi menolak UU Ciptaker berujung ricuh. Tiga tersangka dari kasus yang sama dengan Jumhur juga dinyatakan positif Covid-19,

Selain itu, tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU), Gus Nur, juga positif Covid-19.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC