Channel9.id-Jakarta. Banyak artis yang kini rajin menulis buku. Demikian dengan artis Aurelie Moeremans yang dulu bukunya ‘Broken Strings’ sempat menjadi pembicaraan hangat masyarakat. Kini Aurelie kembali menerbitkan buku baru yang berjudul ‘Do You Like What You See?’. Sebuah buku yang membicarakan tentang self-love.
“Buku ini tentang cara kita melihat diri sendiri. Bukan tentang self-love yang klise, tapi tentang kenapa otak kita sering nunjukin versi yang salah tentang siapa kita, dan gimana cara ngubahnya,” kata Aurelie Moeremans, beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut, Aurelie menerangkan alasan dirinya memberi judul karya terbarunya Do You Like What You See? karena pertanyaan itu lebih dalam dari yang terlihat di permukaan. Hal itu bukan hanya soal penampilan.
“Tapi soal kalau kamu beneran jujur sama diri sendiri, suka enggak sama apa yang kamu lihat? Cara kamu mikir, cara kamu bereaksi, cerita yang kamu ulang terus tentang diri kamu sendiri,” terangnya.
Aurelie menulis buku ‘Do You Like What You See?’ dari Oktober tahun lalu. Awalnya karena ada pembaca Broken Strings yang mengiriminya pesan langsung atau direct message saat buku tersebut baru dirilis.
Menurut Aurelie, para pembaca merasa relate dengan cerita dalam buku Broken Strings. Pembaca bertanya kepada Aurelie bagaimana caranya bisa sembuh dari luka tersebut.
“Dia nanya gimana aku bisa heal dan punya kehidupan yang sekarang aku punya. Kebetulan di ending Broken Strings versi Inggris aku pernah nulis bahwa masa healing aku butuh buku sendiri, dan dia minta aku untuk nulis itu,” beber Aurelie.
Saat mendapat pesan itu, Aurelie sedang berada di kafe bersama suaminya, Tyler Bigenho. Di meja kafe itu ada sebuah tisu berisi tulisan ‘Be the change you want to see in the world’ dari Gandhi.
Aurelie merasa bahwa hal tersebut merupakan pertanda baginya untuk membuat buku baru, hingga akhirnya terciptalah Do You Like What You See?.
“Aku langsung ngerasa itu tanda. Jadi aku mulai nulis,” ungkap Aurelie.
Lewat buku Do You Like What You See?, Aurelie berusaha untuk menyampaikan pesan bagaimana seseorang bisa memahami cara kerja pemikirannya sendiri.
“Banyak orang yang struggle bukan karena mereka lemah atau kurang usaha, tapi karena sejak kecil mereka udah dibentuk untuk percaya hal-hal tertentu tentang diri mereka sendiri. Dan kepercayaan itu jalan terus di bawah sadar, ngatur keputusan, hubungan, bahkan cara kamu ngomong sama diri sendiri,” pungkas Aurelie.
Sebagai informasi, Aurélie Moeremans adalah aktris dan penyanyi. Ia lahir pada 8 Agustus 1993 di Brussel, Belgia, dari pasangan Jean-Marc Moeremans dan Sri Sunarti. Ia memiliki seorang adik, yaitu Jeremie Moeremans.
Aurélie mengawali kariernya di dunia hiburan dengan mengikuti sebuah kompetisi model di Bandung. Namanya disebut sebagai salah satu peserta yang lolos ke babak final.
Pada Januari 2026, Aurélie merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, yang diterbitkan secara independen dan dapat diakses secara gratis secara daring. Buku tersebut berisi refleksi pribadi mengenai masa remajanya, termasuk pengalaman kekerasan emosional dan isu pemikatan seksual yang menurut Aurélie berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mentalnya.
Dalam buku tersebut, Aurélie menggunakan nama samaran untuk menggambarkan tokoh-tokoh tertentu dan tidak menyebutkan nama individu secara langsung. Perilisan buku ini memicu diskusi publik mengenai isu perlindungan anak, relasi kuasa di industri kreatif, serta kesehatan mental penyintas kekerasan.
Buku ini juga menarik perhatian media karena munculnya perdebatan hukum mengenai batas antara memoar pribadi dan potensi pencemaran nama baik, meskipun belum terdapat putusan pengadilan terkait isi buku tersebut.
Kontributor: Akhmad Sekhu





