AS-Israel Serang Iran
Internasional

AS Siapkan Tekanan Militer Lebih Besar ke Iran, Kongres Terbelah

Channel9.id, Jakarta. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan militer AS akan meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah dua hari serangan yang disebut menargetkan kepemimpinan dan fasilitas rudal balistik Teheran.

Mengutip Bloomberg, Selasa (3/3/2026), Rubio menyatakan tahap berikutnya akan lebih keras. Ia tidak membeberkan rincian taktis, namun memastikan operasi belum berakhir.

“Fase selanjutnya akan jauh lebih menghukum Iran ketimbang saat ini,” ujarnya kepada wartawan di Capitol Hill.

Rubio datang ke Capitol Hill untuk memberi penjelasan kepada anggota Kongres mengenai kampanye Presiden Donald Trump bersama Israel dalam menghadapi Iran. Ia menegaskan tujuan utama Washington adalah melumpuhkan program rudal balistik Iran, termasuk kemampuan drone tempur dan armada lautnya.

Ia juga mengulang pernyataan Trump bahwa Iran menimbulkan ancaman bagi kepentingan AS. Menurutnya, presiden tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk memerintahkan serangan militer.

Namun, sejumlah anggota Partai Demokrat mempertanyakan dasar kebijakan tersebut. Senator Jeanne Shaheen, anggota senior Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri, menilai pemerintah belum menyampaikan argumen yang cukup kuat untuk membenarkan operasi militer.

Senada, Senator Mark Warner dari Komite Intelijen mengatakan pengarahan pemerintah justru memunculkan lebih banyak pertanyaan.

“Apa tujuannya? Apa strategi keluarnya? Apa kewajiban kita kepada rakyat Iran jika mereka merespons seruan Trump? Dan apa ancaman langsung terhadap kepentingan AS yang memicu konflik ini?” ujarnya.

Rubio membela komunikasi pemerintah dengan Kongres. Ia menyebut telah menghubungi pimpinan legislatif pada malam sebelum operasi dimulai. “Kami mematuhi hukum 100%,” katanya.

Di sisi lain, Iran selama ini menegaskan tidak memiliki ambisi membangun senjata nuklir. Meski rudal balistiknya mampu menjangkau pangkalan AS dan sekutu di kawasan Timur Tengah, Iran tidak memiliki kemampuan menyerang wilayah daratan AS secara langsung.

Rubio juga membantah bahwa operasi ini bertujuan mengganti rezim, meskipun serangan gabungan AS-Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Ia menegaskan Washington saat ini tidak membuka jalur diplomasi dengan Teheran.

“Meskipun kami ingin melihat rezim baru, siapa pun yang memerintah Iran setahun dari sekarang tidak akan memiliki rudal balistik dan drone untuk mengancam kami,” tegasnya.

Rubio tidak sepenuhnya menutup kemungkinan pengerahan pasukan darat. Namun, ia menilai AS belum berada pada tahap invasi dan kecil kemungkinan langkah itu diambil dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

67  +    =  76