Channel9.id-Jakarta. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus menggenjot penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi penyintas banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan data per 29 Maret 2026, sebanyak 54.585 jiwa telah menerima bantuan dari total target 62.990 jiwa. Nilai bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp272,726 miliar.
Rinciannya, Aceh mencatat realisasi tertinggi dengan 42.540 penerima dan total bantuan Rp203,696 miliar. Di Sumatera Utara, bantuan menjangkau 10.235 jiwa dengan nilai Rp53,759 miliar, sementara di Sumatera Barat mencapai 1.794 jiwa dengan total Rp15,044 miliar.
Bantuan jadup diberikan sebesar Rp15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan. Penyaluran dilakukan setelah data diverifikasi pemerintah daerah, kemudian disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Selain jadup, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) dan Bantuan Isi Hunian (BIH). Hingga kini, kedua bantuan tersebut telah menjangkau 35.780 penyintas dengan total nilai Rp107,340 miliar.
Tak hanya itu, bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga telah disalurkan bagi warga yang tidak tinggal di hunian sementara. Besaran bantuan Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan atau total Rp1,8 juta per keluarga.
Saat ini, penyaluran DTH telah mencapai 100 persen untuk 14.021 penerima di tiga provinsi, dengan rincian 8.099 penerima di Aceh, 4.162 di Sumatera Utara, dan 1.760 di Sumatera Barat.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menegaskan kecepatan penyaluran bantuan sangat bergantung pada kelengkapan data dari pemerintah daerah.
“Makin cepat kami terima, makin cepat Badan Pusat Statistik melakukan verifikasi lapangan, makin cepat maka BNPB bisa bergerak,” ujar Tito.
Pemerintah pun mendorong kepala daerah untuk mempercepat pendataan penyintas agar bantuan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran dan membantu pemulihan kehidupan masyarakat.
Baca juga: Satgas PRR: Dana Perbaikan Rumah hingga Rp60 Juta Disiapkan untuk Warga





