Connect with us

Lifestyle & Sport

Banyak Anak di Blitar Melangsungkan Pernikahan Dini

Published

on

Channel9.id-Blitar. Selama masa pandemi Covid-19 banyak anak di Kota Blitar yang terjebak dalam pergaulan bebas sehingga terjadi kehamilan dan melangsungkan pernikahan dini.

Sesuai dari data yang di rangkum pernikahan dini naik signifikan mulai Juni lalu, Ada 62 permohonan dispensasi nikah diajukan oleh pasangan di bawah umur. Sementara pada Maret ada 53 permohonan, April ada 29 permohonan dan Mei 14 ada permohonan.

“Sejak Januari sampai Agustus tahun ini, kami terima permohonan dispensasi kawin sebanyak 408. Naik hampir 100 persen dibandingkan tahun 2019 sebanyak 245,” kata Humas PA Blitar, Nur Kholis, Sabtu (19/9/2020).

Di tahun 2017, perkawinan anak di Blitar ada 207 kasus, 2018 turun menjadi 157 kasus. Namun pada 2019 melonjak menjadi 245 kasus.

Baca juga : Aparatur Sipil Dilarang Poliandri, Tapi Boleh Poligami

Nur Kholis menilai, naiknya angka perkawinan anak terjadi karena dua faktor. Pertama karena berlakunya UU Perkawinan No 1/1974 pada Oktober 2019. UU Perkawinan telah menyepakati usia minimum nikah bagi laki-laki dan perempuan jadi 19 tahun. Kedua karena pandemi COVID-19.

“Revisi UU Perkawinan itu yang utama, karena yang minta dispensasi kawin kebanyakan usia 15 sampai 17 tahun. Kalau karena pandemi, menyumbang 30 persen dari angka kenaikan yang ada,” tuturnya.

Kondisi ini menjadi keprihatinan bagi Kemenag Kabupaten Blitar. Revisi UU Perkawinan yang diharapkan bisa mengurangi laju angka perkawinan anak, ternyata belum menjadi solusi. Pun dengan Perbup Blitar Tahun 2019 tentang Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Perempuan, belum mampu meningkatkan pemahaman soal risiko yang ditimbulkan dari perkawinan anak.

“Kondisi ini diperparah dengan pandemi (COVID-19). Anak tidak ada aktivitas belajar di sekolah, orang tua bingung mencari penghasilan sehingga pengawasan pada anak lemah. Dan pengaruh negatif gadget. Waktu luang anak lebih banyak dan bebas, ini membuat banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas,” ungkap Humas Kemenag Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi.

Jamil mengaku telah melaporkan kondisi ini kepada Bupati Blitar dan stakeholder terkait. Menurutnya, menyelamatkan generasi muda dari situasi seperti ini merupakan kewajiban bersama. Penting dirumuskan skema pembelajaran yang efektif dan efisien, agar anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Dibentuknya kelompok belajar dalam jumlah terbatas di bawah pengawasan ortu dan guru, lanjutnya, bisa dilakukan. Atau meningkatkan peran guru dengan mengunjungi anak didiknya secara berkala. Utamanya, menyadarkan orang tua akan tanggung jawab mendidik anak-anak mereka.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Menpora: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan jika Indonesia siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Event olahraga ini sedianya digelar pada Mei dan Juni tahun 2021 mendatang.

“Bapak Presiden mengecek kesiapan kita, baik kesiapan tentang penyelenggaraan, kesiapan infrastruktur, maupun kesiapan timnas. Alhamdulillah kita insyaallah tetap masih dalam koridor yang siap,” ujarnya usai mengikuti Rapat Terbatas, Selasa (20/10), di Jakarta.

Baca juga: Jokowi:  Yakinkan Indonesia Aman Jadi Tempat Penyelenggaraan Piala Dunia U20

Zainudin menjelaskan, persiapan sejumlah  sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung di 6 kota penyelenggaraberjalan sesuai dengan jadwal. Enam kota yang akan jadi tuan rumah ajang kompetisi tingkat dunia ini adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Solo, dan Bali.

“Tinggal kita nanti menunggu kapan inspeksi tentang kelayakan lapangan, khususnya lapangan pertandingan. Itu yang akan menyatakan layak dan tidaknya itu adalah FIFA,” katanya.

Dijelaskan Zainudin, persiapan sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemerintah daerah. Persiapan tersebut meliputi lapangan pertandingan/venue utama, lapangan latihan, akses jalan menuju stadion, dan lain sebagainya.

“Kami melihat kesungguhan pemerintah daerah luar biasa, mereka melakukan pekerjaan penyiapan,  baik infrastruktur maupun penyiapan masyarakatnya untuk hospitality-nya,” katanya.

Zainudin berharap, ajang ini tidak hanya menjadi ajang olahraga tetapi juga ajang pariwisata atau sport tourism.

“Kita berharap supaya para pemain atau ofisial dari berbagai negara juga memanfaatkan kesempatan mereka datang ke Indonesia ini untuk menikmati Indonesia dengan berbagai kelengkapan yang bisa disuguhkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Terkait detail penyelenggaraan dan kepanitiaan Piala Dunia U-20 Tahun 2021 tersebut, Zainudin mengatakan pihaknya akan berkonsultasi dengan Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA sebagai pemilik kegiatan Piala Dunia U-20.

“FIFA World Cup U-20 atau Piala Dunia U-20 Tahun 2021 ini adalah propertinya FIFA. Jadi segala sesuatunya harus atas approval-nya FIFA,” pungkasnya.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Jika Tak Mengonsumsi Gula

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Lantaran kerap lupa seberapa banyak telah memakan gula, segelintir orang akhirnya menyetop mengonsumsi gula. Tujuannya untuk menghindari efek buruk kelebihan konsumsi gula, seperti kerusakan hati, penyakit jantung, hingga obesitas. Kendati begitu, gula tidak buruk sepenuhnya.

Untuk diketahui, tubuh manusia membutuhkan asupan gula agar tubuh berfungsi dengan baik. Fungsi utama gula yaitu sebagai sumber energi dan bisa menghemat cadangan protein. Adapun dua sumber gula yakni dari pemanis dan gula dari karbohidrat yang terkandung dalam makanan, seperti nasi, gandum, singkong, roti, hingga buah-buahan dan sayuran.

Guna menghindari efek buruk mengonsumsi gula, Anda disarankan membatasi asupan gula. Menurut Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, konsumsi gula maksimal 50 gram perhari. Setara dengan sekitar 5-9 sendok teh gula setiap harinya. Namun, kebutuhan ini berbeda pada orang dengan kondisi medis tertentu.

Baca juga : Hal yang Terjadi Saat Kelebihan Konsumsi Karbohidrat

Nah, telah disinggung sebelumnya, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang selanjutnya digunakan sebagai energi. Jika Anda sama sekali tak makan karbohidrat, maka tubuh tidak mendapatkan glukosa yang kemudian berujung pada kekurangan energi.

Padahal asupan karbohidrat ini sangat memengaruhi fungsi normal tubuh, terutama kerja otak. Kinerja otak, yang merupakan sumber sistem saraf pusat tubuh, sangat dipengaruhi glukosa di dalam darah. Intinya, glukosa ialah satu-satunya motor yang mendukung otak agar bekerja optimal.

Otak manusia tidak memiliki tempat penyimpanan glukosa sendiri, sehingga semua suplai glukosa tergantung pengiriman dari aliran darah tubuh Anda. Sel-sel di otak termasuk salah satu bagian yang memerlukan sumber energi lebih banyak daripada sel-sel lainnya dalam tubuh. Itu sebabnya, kebutuhan glukosa pada otak cenderung lebih besar.

Ketika kebutuhan karbohidrat dalam tubuh tidak bisa terpenuhi dengan baik, otak kehilangan sumber energi dan bisa memengaruhi kerja organ-organ tubuh yang lain. Kondisi ini akan bermasalah pada sistem saraf pusat Anda.

Umumnya, Anda akan merasa lemas, lelah, pusing, atau terlihat pucat. Lalu bisa juga muncul tanda-tanda stres seperti sering merasa gelisah, gugup, tidak nyaman, dan mudah marah. Tidur malam pun terganggu. Lebih parah, menyebabkan pandangan kabur, gemetar, sulit berkonsentrasi, hilang kesadaran, kejang, dan koma. Maka dari itu, kondisi ini tidak bisa dibiarkan bertahan terlalu lama dan harus segera diobati sebelum berakibat fatal.

Setelah mempertimbangan baik dan buruknya mengonsumsi gula, Anda disarankan membatasi porsi asupannya. Cobalah konsumsi makanan sumber gula yang mudah dicerna, makanan berbentuk utuh, menggunakan pemanis rendah kalori, lalu cek selalu label komposisi gizi pada kemasan makanan dan minuman.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Jokowi: Yakinkan Indonesia Aman Jadi Tempat Penyelenggaraan Piala Dunia U20

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo meminta laporan terkait persiapan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U20 di Indonesia pada 2021 mendatang. Menurut Kepala Negara, dunia perlu diyakinkan bahwa Indonesia aman menjadi tempat penyelenggaraan event tersebut.

“Saya minta laporan update terkait dengan kesiapan, terutama terkait dengan kesiapan stadion utama dan stadion pendukung di enam kota yang telah ditunjuk,” ujarnya saat memimpin rapat terbatas yang digelar melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10).

Baca juga: Presiden Ingin PSSI Bersiap untuk Piala Dunia U20

Pemerintah sendiri telah memilih 6 provinsi sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia U20, yaitu di DKI Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Bali.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga meminta laporan kesiapan tim nasional sepakbola yang akan berlaga di Piala Dunia U20 dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Di samping itu, Indonesia juga patut meyakinkan dunia bahwa Indonesia aman dan siap menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U20.

“Yang terakhir, ini yang paling penting, kita harus meyakinkan bahwa Indonesia telah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga sangat aman untuk dikunjungi dan dijadikan tempat untuk penyelenggaraan U20 2021,” tandasnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC