Connect with us

Lifestyle & Sport

Berlama-lama di Rumah Saat PSBB, Waspada Cabin Fever

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Beberapa wilayah di Indonesia menerapkan kembali penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini diambil menimbang adanya lonjakan kasus positif Covid-19. Dengan adanya PSBB, sebagian orang diharuskan berkegiatan di rumah, dari belajar hingga bekerja. Lama-kelamaan hal ini bisa memicu timbulnya Cabin fever.

Cabin fever merupakan istilah untuk menggambarkan beragam perasaan negatif lantaran terlalu lama terisolasi di rumah atau tempat tertentu.

Adapun perasaan negatif itu misalnya: kurang motivasi; selalu lemas; merasa sangat sedih, gelisah, dan putus asa; mudah marah, tersinggung, tidak sabaran, dan sulit mengendalikan emosi; sulit berkonsentrasi atau berpikir; mengidam atau tak nafsu makan; gangguan tidur; dan berat badan naik atau turun

Gejala cabin fever yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, perasaan negatif yang muncul umumnya tidak hanya sesaat, melainkan berlangsung cukup lama hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari orang yang mengalaminya, termasuk dalam bekerja, berinteraksi dengan orang lain, dan beristirahat.

Baca juga : Minum Kopi 3 x Sehari Bisa Menangkal Covid-19, Benarkah?

Cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi cabin fever ialah dengan berpergian ke luar ruang. Sayangnya, hal ini tidak disarankan menimbang pandemi masih mewabah. Karenanya, lakukanlah hal berikut.

1. Buat jadwal harian
Buatlah jadwal untuk berkegiatan di rumah agar jadwal tetap teratur. Cara ini akan membuat tetap produktif dan terhindar dari cabin fever.

2. Nongkrong di teras rumah
Keluarlah dan duduk di rumah untuk sekadar sekadar menghirup udara segar atau melihat kondisi sekitar. Namun, pastikan tetap menerapkan protokol kesehataan, seperti physical distancing jika berpapasan dengan orang lain hingga cuci tangan jika masuk ke rumah.

3. Konsumsi makanan sehat
Mengidam makanan merupakan salah satu gejala cabin fever yang mesti diwaspadai. Sebab hal ini menyebabkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. Terapkanlah pola makan yang sehat agar tubuh mendapat nutrisi yang cukup dan imunitas pun terjaga.

4. Tetap berkomunikasi
Tetaplah berkomunikasi dengan teman hingga keluarga yang tidak tinggal serumah. Hal ini membuat Anda merasa tidak sendirian, sehingga bisa terhindar dari cabin fever.

5. Berolahraga
Cobalah untuk rutin berolahraga agar tubuh bugar dan pikiran pun sehat. Anda bisa mencoba yoga hingga latihan kekuatan otot. Berolahragalah secara teratur minimal 30 menit sehari.

Cabin fever bisa menurunkan produktivitas hingga gangguan mental. Sebelum hal ini terjadi, cobalah lakukan langkah-langkah di atas untuk mencegah dan mengatasinya. Jika gejala dirasa parah atau tak kunjung pulih kendati sudah melakukan cara-cara di atas, cobalah berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Trik Sehat Minum Kopi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Minum kopi terbukti bermanfaat bagi kesehatannya. Pasalnya kopi mengandung nutrisi baik seperti antioksidan. Hal ini pun diamini seorang ahli diet dari Amerika Serikat Adina Pearson, RD. Ia juga menyebutkan bahwa kopi menyehatkan dan mampu menekan nafsu makan.

Sayangnya, jika dikonsumsi terlalu banyak dengan tambahan gula berlebihan, tentu saja manfaatnya bisa berkurang. Maka dari itu, agar bisa merasakan manfaat baik dari kopi, terapkan cara sehat minum kopi. Berikut ini caranya.

1. Membuat kopi di rumah
Saat membeli kopi di kafe, tak ada konsumen yang bisa memastikan bahwa peralatan yang digunakan untuk menyajikan kopi benar-benar higienis. Maka dari itu, disarankan untuk membuat kopi di rumah dan membawanya dengan tumbler. Meski rasanya tak seenak yang dibuat oleh barista, setidaknya Anda bisa menghemat uang dan mendukung kesehatan tubuh.

Baca juga : Kiat Kembalikan Konsentrasi Akibat Kurang Tidur

2. Mengurangi gula tambahan
Sebaiknya kurangi penggunaan tambahan ini. Namun, jika benar-benar tak bisa mentolerir rasa asli kopi, disarankan untuk mengganti gula dengan pemanis alami, seperti madu, gula kelapa, atau stevia. Kendati mengandung kalori, setidaknya pemanis alami tak memicu lonjakan kadar gula darah.

3. Bubuhkan kayu manis
Cara sehat lainnya yaitu dengan menaburkan menaburkan bubuk kayu manis di kopi. Selain memperkaya cita rasa, bubuk kayu manis juga bermanfaat bagi kesehatan, misalnya mengurangi risiko naiknya gula darah.

4. Selalu gunakan penyaring kertas
Kopi mengandung cafestol, yaitu senyawa yang membuat kadar kolesterol dalam darah menjadi tinggi. Namun, zat ini bisa dikurangi dengan menggunakan penyaring kopi berbahan kertas ketika membuat kopi.

Menurut penelitian, penggunaan penyaring kertas saat menyeduh kopi mengurangi senyawa cafestol di dalamnya.

5. Tak minum kopi di atas jam 2 siang
Minum kopi pada siang hari, terutama di atas jam 2 siang akan membuat jam tidur malam Anda terganggu. Hal ini sebagaimana dibuktikan oleh penelitian dari Journal of Clinical Sleep Medicine. Lebih jauh, minum kopi 6 jam sebelum waktu tidur bisa mengurangi durasi tidur.

Untuk mengakalinya, Anda bisa mengganti kopi dengan teh yang mengandung kafein lebih sedikit. Atau, Anda bisa menyesuaikan batas maksimal minum kopi di siang atau sore hari dengan jam tidur. Contohnya, jika terbiasa tidur pukul 11 malam, maka batas terakhir yaitu pukul 6 sore.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kiat Kembalikan Konsentrasi Akibat Kurang Tidur

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kebiasaan kurang tidur bisa membahayakan kondisi fisik dan mental seseorang. Salah satunya kesulitan berkonsentrasi saat beraktivitas di esok hari.

Hal tersebut diperkuat oleh hasil penelitian yang membuktikan bahwa kekurangan tidur membuat penurunan fungsi sel saraf dan transmisi otak. Akibatnya, seseorang menjadi susah fokus dan berkonsentrasi.

Ada ragam alasan yang membuat orang harus begadang, dari pekerjaan hingga sakadar untuk mencari hiburan di malam hari. Tentu saja alasan ini menyebabkan Anda mengantuk di esok harinya, sehingga kehilangan konsentrasi. Namun, jangan khawatir, efek kurang tidur ini bisa diatasi dengan cara berikut ini.

1. Berjemur di bawah sinar matahari
Berjemur pada pagi hari bisa membuat otak memperlambat produksi melatonin, yakni hormon yang membuat mengantuk pada malam hari.

untuk berjemur pada pukul 7-9 selama 10 menit. Selain mengembalikan konsentrasi karena kurang tidur, aktivitas ini juga bisa mengurangi stres.

Baca juga : Bahaya Tidur Siang Terlalu Lama dalam Sehari

2. Konsumsi minuman berkafein
Menurut ahli, kafein bisa meningkatkan kewaspadaan dan fokus, tetapi dalam batas yang wajar. Mengonsumsi minuman berkafein pada pagi hari setelah kurang tidur bisa mengembalikan konsentrasi. Namun, tetap ingat untuk mengonsumsi secukupnya agar mendapat manfaatnya.

Hindari mengonsumsi kafein setelah pukul 4 sore. Sebab, jika demikian, Anda akan terjaga di malam hari karena kafein.

3. Penuhi kebutuhan cairan
Jika jarang minum, jantung bisa kesulitan memompa darah yang mengalirkan oksigen dan nutrisi ke otak. Hal ini menyebabkan Anda sukit berpikir jernih. Maka dari itu, penuhi asupan cairan setiap hari.

4. Olahraga ringan
Olahraga menjadi salah satu cara mengembalikan konsentrasi karena kurang tidur. Lakukan olahraga ringan, misalnya dengan peregangan punggung atau push up di meja. Aktivitas ini bisa membantu meningkatkan kemampuan daya ingat dan konsentrasi.

5. Tidur sebentar
rasa ngantuk tak bisa ditahan, tidurlah sebentar selama 20-30 menit. Hal ini guna mengisi ulang daya tubuh dan pikiran kendati sebentar.

Usahakan untuk tidak tidur lebih dari 30 menit agar Anda tidak jadi lebih mengantuk saat terbangun.

Untuk diketahui, sejatinya cara mengembalikan konsentrasi karena kurang tidur adalah tidur berkualitas. Disarankan untuk tidur selama 7-10 jam agar kualitas tidur lebih baik.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Bakteri Mulut Bisa Berpindah ke Organ Lain dan Picu Infeksi, Cegah Risikonya dengan Cara Ini

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Miliaran bakteri hidup di mulut. Ada yang baik dan asayang menyebabkan penyakit. Jika lingkungan mulut terlalu asam, lembap, dan kotor, bakteri penyebab penyakit dapat berkembang dengan pesat.

Untuk diketahui, bakteri-bakteri dalam tubuh bisa berpindah dari satu organ ke organ lainnya. Misalnya, dari mulut ke otak. Selain itu, bisa masuk ke aliran darah sehingga bisa berpindah ke jantung, usus, dan otak.

Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah bakteri penyebab masalah gusi, pada otak penderita alzheimer lebih tinggi ketimbang otak orang yang sehat. Ini menunjukkan bahwa bakteri mulut bisa berpindah ke otak dan menyebabkan infeksi.

Perpindahan bakteri dari mulut ke bagian tubuh lainnya sejatinya proses alami. Kita tak bisa sepenuhnya mencegah proses ini. Namun, jumlah bakteri yang masuk ke dalam aliran darah bisa dikurangi. Caranya yaitu dengan merawat kebersihan gigi dan mulut.

Berikuti ini perawatan gigi dan mulut yang bisa meminimalisasi risiko perpindahan bakteri.

1. Rutin sikat gigi
Sikat gigi 2 kali sehari, yaitu sesudah makan dan sebelum tidur. Namun, menyikat gigi terlalu keras dan cepat. Paling tidak, lakukan selama 2 menit. Kemudian, bilas mulut dengan air bersih.

Selain itu, jaga kebersihan peralatan sikat gigi. Bilaslah sebelum menggunakan gigi dan simpanlah di tempat kering setelahnya.

2. Gunakan benang gigi
Bakteri bisa menyusup di celah-celah di gigi. Jika dibiarkan, bisa memicu penyakit gusi dan bakteri mulut memiliki kesempatan besar berpindah ke otak. Maka dari itu, Anda bisa membersihkannya dengan benang gigi.

3. Kumur setelah makan
Makanan bisa membuat mulut lebih asam. Jika sisa makanan menempel di gigi namun tidak dibersihkan, maka plak menumpuk. Bakteri kian betah, sehingga risiko infeksi dan penyebaran bakteri mulut ke otak semakin tinggi.

Nah, sebelum membersihkan gigi setelah makan, baiknya Anda menunggu 30 hingga 45 menit. Berkumurlah dengan air terlebih dahulu untuk membersihkan sisa makan. Sebab menggosok gigi tepat setelah makan membuat enamel gigi ikut terkikis.

4. Cek kesehatan gigi dengan rutin
Anda disarankan untuk cek kesehatan gigi ke dokter, setidaknya 6 bulan sekali. Terlebih jika Anda punya masalah gigi dan mulut.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC