Christine Hakim Sampaikan Pesan Seusai Bintangi Film ‘Laut Bercerita’
Lifestyle & Sport

Christine Hakim Sampaikan Pesan Seusai Bintangi Film ‘Laut Bercerita’

Channel9.id-Jakarta. Aktris senior Christine Hakim menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya melindungi dan membimbing generasi muda melalui film Laut Bercerita. Menurutnya, anak-anak dan kaum muda bukanlah musuh bagi generasi sebelumnya, melainkan harapan bagi masa depan umat manusia.

Pesan tersebut disampaikan Christine saat menghadiri konferensi pers film Laut Bercerita di kawasan Jakarta, Selasa (20/10/2026). Dalam film garapan ini, ia memerankan Ibu Wibisana, ibunda Biru Laut, karakter utama yang diperankan Reza Rahadian.

Christine mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari perannya, terutama mengenai tanggung jawab generasi tua dalam memahami dan mendampingi anak-anak muda. Ia menegaskan, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memusuhi generasi penerus.

“Satu hal yang menjadi pembelajaran, saya sadar sekali bahwa anak-anak dan generasi muda adalah masa depan kita, masa depan dunia. Jadi saya hanya ingin menyampaikan jangan memusuhi anak-anak kita,” ujar Christine.

Ia kemudian menyampaikan sindiran dengan gaya humor ketika menjelaskan bahwa anak-anak bukanlah pihak yang seharusnya dianggap sebagai musuh.

“Musuh kita yang sesungguhnya itu adalah si JIS. Jin, Iblis, Setan. Jadi bukan anak-anak yang harus dimusuhi atau pasangan hidup kita atau ibu kita atau bapak kita. No. Si JIS itu,” tuturnya, disambut gelak tawa hadirin.

Lebih jauh, Christine mengungkapkan rasa syukurnya karena berkesempatan mendampingi tiga film Indonesia dalam festival film di Busan, Korea Selatan. Ia melihat adanya benang merah dari karya-karya tersebut, yakni kekuatan perempuan, khususnya sosok ibu, dalam kehidupan generasi muda.

Menurut Christine, figur ibu memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memberikan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak. Ikatan batin antara ibu dan anak, katanya, telah terbentuk sejak anak masih berada dalam kandungan dan terus berlanjut sepanjang kehidupan.

“Dunia amat sangat membutuhkan mother role, mother figure. Sebelum menjadi manusia di dalam perutnya, masih menjadi janin, sudah sembilan bulan, ikatan batin itu sudah terjalin,” paparnya.

Ia menambahkan, anak-anak membutuhkan pendidikan, bimbingan, serta nilai-nilai kehidupan agar dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang kuat. Karena itu, konflik antara orang tua dan anak tidak seharusnya menghilangkan ikatan batin yang telah terbangun.

Pesan Christine juga ditujukan kepada pemerintah. Ia mengibaratkan pemerintah sebagai orang tua yang memiliki tanggung jawab untuk melindungi, merangkul, dan membimbing generasi muda, termasuk ketika mereka melakukan kesalahan.

“Dunia yang sedang tidak baik-baik saja ini amat sangat membutuhkan kekuatan, pengorbanan dan peran seorang ibu, peran seorang perempuan. Jadi kembali lagi saya hanya ingin menyampaikan jangan memusuhi anak-anak kita,” tegasnya.

“Anak-anak kita bukan musuh, tapi kita sebagai orang tua, pemerintah sebagai orang tua harus melindungi anak-anaknya, harus melindungi generasi mudanya, harus terus membimbing, memberikan apa yang mereka butuhkan. Ingatkan kalau mereka salah, kalau mereka lalai, kalau mereka alfa. Tapi bukan untuk dimusuhi,” lanjut Christine.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Laut Bercerita, film yang mengangkat perjuangan mahasiswa dan aktivis dalam menghadapi ketidakadilan pada era 1990-an. Cerita berpusat pada Biru Laut, mahasiswa yang aktif dalam kelompok Winatra dan bersama rekan-rekannya memperjuangkan keadilan di tengah situasi politik yang penuh tekanan.

Dalam film ini, kehidupan aktivis digambarkan melalui berbagai pembatasan, mulai dari kebebasan berpendapat hingga gerakan mahasiswa yang terus berada dalam pengawasan. Laut dan teman-temannya tetap berusaha menyuarakan perlawanan meski menghadapi risiko besar.

Perjuangan tersebut membawa konsekuensi tragis ketika Laut dan sejumlah rekan seperjuangannya menghilang tanpa jejak. Keluarga dan orang-orang terdekat yang ditinggalkan terus mencari informasi tentang keberadaan mereka, tetapi belum memperoleh jawaban yang pasti.

Kisah ini tidak hanya menyoroti perjuangan generasi muda dalam memperjuangkan keadilan, tetapi juga menggambarkan penderitaan keluarga yang harus menghadapi kehilangan dan ketidakpastian. Sosok ibu menjadi salah satu gambaran penting tentang kasih sayang, keteguhan, dan harapan yang tetap bertahan di tengah situasi sulit.

Melalui perannya sebagai Ibu Wibisana, Christine Hakim menghadirkan pesan bahwa generasi muda membutuhkan ruang untuk tumbuh, menyampaikan pendapat, dan memperjuangkan masa depan mereka. Tanggung jawab orang tua dan pemerintah bukanlah memusuhi, melainkan melindungi serta mengarahkan mereka.

Film Laut Bercerita dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Oktober 2026.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  5  =