Channel9.id-Jakarta. Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi mengumumkan daftar nominasi penerima penghargaan Piala Citra 2026 di Gedung Perusahaan Film Negara (PFN), Jakarta, Senin (12/10/2026) malam. Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar menjadi film dengan nominasi terbanyak, yakni 12 kategori, disusul Para Perasuk dan Na Willa yang masing-masing meraih sembilan nominasi.
Pengumuman nominasi mencakup 21 kategori Piala Citra untuk film cerita panjang dan noncerita panjang, serta Penghargaan Khusus Tanete Pong Masak untuk kategori Kritik Film.
Pembacaan nominasi dilakukan Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah, Ketua Komite FFI 2026 Ario Bayu, Ketua Bidang Penjurian Budi Irawanto, dan Ketua Bidang Program Prilly Latuconsina. Duta FFI 2026, Nirina Zubir dan Morgan Oey, turut hadir dan tampil bersama Ifa Fachir.
Acara tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Festival Film Indonesia, Kementerian Kebudayaan, Indonesiana TV, dan Vidio.
Ketua Bidang Penjurian FFI 2024–2026, Budi Irawanto, mengatakan komite menyempurnakan sistem penjurian tahun ini berdasarkan masukan berbagai pihak tanpa menghilangkan prinsip demokratis, partisipatif, dan objektif.
“Tahun ini komite FFI menyempurnakan sistem penjurian berdasarkan masukan berbagai pihak tanpa menghilangkan esensi demokratis, partisipatif, dan objektif dari sistem penjurian,” kata Budi.
Ia menjelaskan, seleksi awal tahap kedua melibatkan 35 perwakilan dari 13 asosiasi profesi, sedangkan penentuan nominasi melibatkan 85 anggota Akademi Citra.
FFI 2026 menerima 531 karya yang terdiri atas 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, satu film animasi panjang, 57 film animasi pendek, 20 film dokumenter panjang, 73 film dokumenter pendek, dan 110 karya kritik film.
Berikut daftar lengkap nominasi penerima penghargaan Piala Citra FFI 2026.
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026
Film Cerita Panjang Terbaik
- Dopamin – Chand Parwez Servia, Riza, dan Mithu Nisar
- Ghost in the Cell – Tia Hasibuan
- Na Willa – Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari
- Operasi Pesta Copet – Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan
- Para Perasuk – Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi
Sutradara Terbaik
- Bernardus Raka – Nobody Loves Kay
- Edwin – Monster Pabrik Rambut
- Joko Anwar – Ghost in the Cell
- Kimo Stamboel – Abadi Nan Jaya
- Wregas Bhanuteja – Para Perasuk
Penulis Skenario Asli Terbaik
- Evelyn Afnilia – Tunggu Aku Sukses Nanti
- Joko Anwar – Ghost in the Cell
- Rino Sarjono dan Edy Khemod – Operasi Pesta Copet
- Teddy Soeria Atmadja – Dopamin
- Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, dan Alicia Angelina – Para Perasuk
Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
- Johanna Wattimena dan Bernardus Raka – Nobody Loves Kay
- Mouly Surya – Tukar Takdir
- Ryan Adriandhy – Na Willa
Pengarah Sinematografi Terbaik
- Gunnar Nimpuno, I.C.S. – Para Perasuk
- Ical Tanjung, I.C.S. – Ghost in the Cell
- Vera Lestafa, I.C.S. – Dopamin
- Yadi Sugandi – Na Willa
- Yudi Datau, I.C.S. – Semua Akan Baik-Baik Saja
Pengarah Artistik Terbaik
- Ahmad Zulkarnaen dan Wahyu Efata – Ikatan Darah
- Dennis Sutanto – Ghost in the Cell
- Menfo Tantono – Monster Pabrik Rambut
- Ong Hari Wahyu dan Edy Wibowo – Para Perasuk
- Rini Sri Handayani – Na Willa
Penata Efek Visual Terbaik
- Abby Eldipie dan Kalvin Irawan – Ghost in the Cell
- Bintang Adi Pradana dan Harris Reggy – Monster Pabrik Rambut
- David A. Widya P., Concetta VFX, dan Dalang Digital Studio – Na Willa
- Gaga Nugraha Ramadhan – Badut Gendong
- Mattebox Visualworks – Abadi Nan Jaya
Penyunting Gambar Terbaik
- Aline Jusria – Dopamin
- Aline Jusria – Operasi Pesta Copet
- Cesa David Luckmansyah – Semua Akan Baik-Baik Saja
- Hendra Adhi Susanto – Senin Harga Naik
- Ryan Purwoko – Tunggu Aku Sukses Nanti
Penata Suara Terbaik
- Arief Budi Santoso dan Fajar Yuskemal – Abadi Nan Jaya
- Fery Setiawan – Semua Akan Baik-Baik Saja
- Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono – Na Willa
- Sutrisno dan Satrio Budiono – Para Perasuk
- Waim Ahmad Fahreizi dan Andre Harihandoyo – Tunggu Aku Sukses Nanti
Penata Musik Terbaik
- Aghi Narottama – Ghost in the Cell
- Aria Prayogi dan Rahardian Winursito – Badut Gendong
- Yennu Ariendra – Para Perasuk
- Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli – Nobody Loves Kay
- Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli – Tukar Takdir
Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik
- Alvin Witarsa – “Semua Akan Baik-Baik Saja” (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro – “Sikilku Iso Muni” (Na Willa)
- Ipang Lazuardi – “Tandeman” (Operasi Pesta Copet)
- Sal Priadi – “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” (Monster Pabrik Rambut)
- Tony Dwi Setiaji dan Joko Anwar – “The Town Was Gone” (Ghost in the Cell)
Penata Busana Terbaik
- Astrid Rosiana Ishak – Na Willa
- Gemailla Gea Geriantiana – Badut Gendong
- Gizza Ossiatzki – Operasi Pesta Copet
- Monika Paska – Ghost in the Cell
- Muthiara A. Revana – Monster Pabrik Rambut
Penata Rias Terbaik
- Aktris Handradjasa – Ikatan Darah
- Astrid Sambudiono (rias efek) dan Albasirun Ucok – Abadi Nan Jaya
- Eba Sheba – Monster Pabrik Rambut
- Gunawan Saragih, Prio Prabu, dan Cherry Irawan (rias efek) – Badut Gendong
- Novie Ariyanti – Ghost in the Cell
Pemeran Utama Pria Terbaik
- Abimana Aryasatya – Ghost in the Cell
- Angga Aldi Yunanda – Para Perasuk
- Ardit Erwandha – Tunggu Aku Sukses Nanti
- Marthino Lio – Badut Gendong
- Nicholas Saputra – Tukar Takdir
Pemeran Utama Perempuan Terbaik
- Christine Hakim – Semua Akan Baik-Baik Saja
- Luisa Adreena – Na Willa
- Marsha Timothy – Tukar Takdir
- Meriam Bellina – Senin Harga Naik
- Shenina Cinnamon – Dopamin
Pemeran Pendukung Pria Terbaik
- Aming – Ghost in the Cell
- Didik Nini Thowok – Monster Pabrik Rambut
- Kristo Immanuel – Operasi Pesta Copet
- Teuku Rifnu Wikana – Dopamin
- Yoga Pratama – Ghost in the Cell
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik
- Kawai Labiba – Operasi Pesta Copet
- Lydia Kandou – Ikatan Darah
- Maudy Ayunda – Para Perasuk
- Raihaanun – Semua Akan Baik-Baik Saja
- Sarah Sechan – Tunggu Aku Sukses Nanti
Film Cerita Pendek Terbaik
- Amelia, Amelia – Daphne
- Dihapus dari Peta – Maarij Reka
- Malam Sepanjang Nafas – Irwan Sebleku
- Mothers Are Mothering – Khozy Rizal dan Lam Li Shuen
- ?LP? – Dhiwangkara Seta
Film Animasi Pendek Terbaik
- Calabai – Gina Korompot
- Drowned in Internet – Naufal Zhorif Aryawan
- Enigma Wajah Arca – Kresensia Adellitha Devalia
- Nyanyian di Angkringan – Shafiyyah Aida
- Stories of Sahaba: Talhah Ibn Ubaydullah-The Living Martyr – Bony Wirasmono
Film Dokumenter Panjang Terbaik
- A Distorted Individual – Adythia Utama
- I Saw Her in Motion – Umi Lestari
- Planet of Love – Ika Wulandari
- The Last Supper (Whisper) – Daniel Rudi Haryanto
- Tonggo Gedhek – Gama Triono
Film Dokumenter Pendek Terbaik
- Discordia – Dery Prananda
- Mãe Menjaga Masjid – Gladhys Elliona
- Murdijati Gardjito – Hindra Setya Rini
- Sharp Objects – Taufiqurrahman Kifu dan Hattie Wade
- Sino – Gilang Akbar
Penghargaan Khusus Tanete Pong Masak: Kritik Film
- “Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri” – Gladhys Elliona
- “Dunia Setinggi Mata Na Willa” – Soni Triantoro
- “Kerja-Kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya” – Yulaika Romadhani
- “Melankolia dalam Aruna dan Lidahnya” – Anton Kurnia
- “Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku” – I Ngurah Gede Adi Putra
Pemenang Piala Citra Diumumkan November 2026
Proses penjurian FFI 2026 akan berlanjut ke tahap akhir untuk menentukan 21 penerima Piala Citra dan satu penerima Penghargaan Khusus Tanete Pong Masak. Para pemenang dijadwalkan diumumkan dalam Malam Anugerah Piala Citra FFI 2026 pada November 2026.
Pada malam yang sama, panitia juga akan mengumumkan empat penghargaan khusus lainnya, yakni Film Bioskop Terlaris, Film Pilihan Penonton, Aktor Pilihan Penonton, dan Aktris Pilihan Penonton.
Masyarakat masih dapat memberikan suara untuk kategori Pilihan Penonton melalui aplikasi Vidio. Informasi lebih lanjut mengenai penyelenggaraan FFI 2026 dapat diakses melalui situs resmi festivalfilm.id.
Kontributor: Akhmad Sekhu




