Channel9.id, Sambas – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya peran dai dalam memperkuat ketahanan nasional, terutama di wilayah perbatasan. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Seminar Internasional dan Upgrading Dai bertema “Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan” di Aula Kantor Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (7/4/2026).
Wiyagus menilai Kabupaten Sambas sebagai wilayah strategis yang menjadi beranda terdepan Indonesia. Menurutnya, kondisi sosial, ekonomi, dan ideologi masyarakat di daerah tersebut mencerminkan kewibawaan bangsa di mata dunia.
“Kabupaten Sambas bukan sekadar titik geografis di peta Indonesia. Sambas adalah ‘etalase kedaulatan’. Apa yang tampak di Sambas menjadi cermin yang memberi impresi kepada dunia tentang kewibawaan Indonesia,” katanya.
Ia menekankan bahwa penguatan kawasan perbatasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemerintah juga perlu memperkuat ketangguhan ideologi, menjaga stabilitas sosial, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ketimpangan ekonomi, ketergantungan lintas batas, dan tantangan ideologis harus diantisipasi melalui pendekatan komprehensif.
“Kita tidak bisa membiarkan perbatasan menjadi ruang yang rapuh terhadap pengaruh luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa,” ujarnya.
Peran Multidimensi Dai
Dalam konteks itu, Wiyagus menyoroti peran penting tokoh masyarakat, termasuk dai, dalam memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Peran dai di era modern ini harus bertransformasi secara multidimensional,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa dai tidak hanya berperan sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan, penguat ketahanan sosial, dan penjaga nilai kebangsaan. Ia juga mendorong masyarakat perbatasan untuk membangun spiritualitas yang kuat sekaligus mentalitas unggul dalam mengelola potensi wilayah.
“Agama harus hadir sebagai solusi nyata atas persoalan kesejahteraan dan ideologi masyarakat,” ujarnya.
Wiyagus berharap seminar tersebut mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat segera diterapkan. Ia menilai langkah itu penting untuk memperkuat ekonomi lokal, ketahanan ideologi, dan kedaulatan bangsa di wilayah perbatasan.
“Semoga seminar ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan demi kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya Kabupaten Sambas,” tandasnya.
Bupati Sambas Satono, Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia YB Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom, Konsul Jenderal RI Kuching Abdullah Zulkifli, Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, serta pembicara dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand turut menghadiri kegiatan tersebut.





