Channel9.id-Jakarta. Dunia konten kreatif terus maju berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Untuk itu, Deddy Corbuzier menggelar pertemuan perdana dengan 11 talenta muda kreatif yang masuk ke ekosistem Flux Creative Universe atau FCU di Jakarta.
Deddy Corbuzier selaku investor utama FCU menyatakan siap membawa bisnis kreatif mereka naik level.
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan, talenta muda kini jadi tumpuan investasi industri kreatif nasional sejalan dengan menguatnya perekonomian digital Indonesia. Semua orang punya peluang yang sama. Sukses tidaknya kini ada di tangan generasi muda.
“Semua orang punya peluang yang sama. Semua punya kesempatan yang sama. Tinggal pintar-pintaran saja, adu kreatif, adu karakter. Kalau lebih pintar, kreatif, dan karakternya lebih kuat, pasti dia akan di atas,” kata Deddy Corbuzier, beberapa waktu yang lalu.
Sebagai informasi, sepanjang 2025, sekitar 75 persen belanja iklan diproyeksikan beralih ke platform digital seiring pesatnya pergerakan medsos. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mencatat tingkat penetrasi internet di Indonesia kini mencapai 80,66 persen.
Perubahan lanskap ini mendorong FCU fokus berinvestasi pada generasi muda, talenta yang paling adaptif terhadap tren, platform, dan dinamika dunia digital. Dengan dukungan Deddy Corbuzier, FCU menambah investasi dengan menghadirkan empat digital agensi baru yang dipimpin Gen Z.
Keputusan ini berangkat dari temuan bahwa tingginya kebutuhan konten viral menjadi faktor penting yang mengangkat nama FCU di industri kreatif nasional. FCU juga melebarkan sayap investasi ke homeless media, drama TikTok, AI, hingga unit bisnis berbasis LinkedIn.
Dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (25/12/2026), Deddy Corbuzier menjelaskan, 11 talenta muda yang ditemuinya, yakni Ben Edgar, Louise Steven, Clarissa Eldora Yoe, Chia, Wiliam, Nabeel, dan Gery Timothy Gunawan.
Selain mereka, ada Wulan Susanti, Chendwi Favian, Aldho Mulia Trijaya, dan Iqbal Maulana.
“Kita boleh berkreativitas tapi idealisme juga jangan dibuang ke tong sampah. Jadi antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng,” kata Deddy Corbuzier memberikan arahan.
Pesan Deddy Corbuzier tersebut sejalan dengan pendekatan FCU dalam berinvestasi. Mereka tidak berhenti pada pendanaan, tapi terlibat aktif dalam proses grooming bisnis, dari strategi, positioning, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar.
Langkah FCU dalam berinvestasi pada talenta muda lahir dari hasil yang sudah terbukti. November 2025, FCU mencetak Rekor MURI sebagai Agensi Kreatif dengan Akumulasi Penonton Konten Digital Terbanyak di Indonesia, dengan total 2,3 miliar views.
Adapun, Founder dan CEO FCU, Yohanes Auri, optimistis kolaborasi dengan Deddy Corbuzier awal tahun ini akan menjadi titik cerah berikutnya dalam industi seni dan ekonomi kreatif.
“Investasi pada talenta muda menjadi bukti nyata komitmen kami dalam membangun industri kreatif Indonesia yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Yohanes Auri menjelaskan.
Kontributor: Akhmad Sekhu





