Channel9.id-Jakarta. Membintangi sebuah film tentu ada tantangan tersendiri. Demikian dengan aktris Denira Wiraguna yang mengungkap tantangan dalam membintangi film horor ‘Dendam Arwah Penari’. Selain harus mendalami karakter Harum yang memiliki luka psikologis, Denira juga dituntut menampilkan adegan tari Ketuk Tilu meski tidak memiliki dasar menari.
Denira menjelaskan bahwa karakter Harum memiliki lapisan emosi yang cukup kompleks sehingga membutuhkan pendalaman khusus. Dalam cerita, Harum awalnya digambarkan sebagai anak kampus yang menjalani kehidupan normal. Namun, sejumlah peristiwa kemudian menjadi pemicu perubahan kondisi psikologis Harum hingga membuatnya menarik diri dari lingkungan sekitar.
“Saya berperan sebagai Harum. Harum sendiri karakternya sebenarnya cukup kompleks. Jadi memang background karakter Harum sendiri tuh sebenarnya anak yang memang normal, anak kampus pada umumnya, tapi karena satu trigger dan lain hal jadi merubah sisi psikisnya Harum menjadi sosok yang introvert, gitu. Karena beberapa trigger dan beberapa konflik lainnya,” jelas Denira di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Lebih lanjut, Denira menerangkan luka psikologis yang dialami Harum membuatnya semakin sulit berinteraksi dengan orang lain. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar yang harus Denira bangun dalam penampilannya sebagai Harum.
“Jadi, karakter Harum ini sebenarnya memang seperti anak kampus pada umumnya, cuman karena beberapa obstacle dan beberapa trigger dari kejadian hidupnya, perjalanan hidupnya, jadi membuat Harum itu jadi mempunyai luka psikis yang membuat dirinya jadi menarik diri dari orang sekitar dan lingkungannya,” terang Denira.
Menurut Denira, salah satu tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana ia menampilkan lapisan karakter Harum yang tidak seluruhnya dijelaskan dalam film. Ia harus menyampaikan luka dan emosi karakter melalui gestur serta ekspresi.
“Karakter Harum ini sebenarnya kan karakternya itu layering-nya banyak banget. Bukan cuma sebagai anak introvert saja, tapi perjalanan hidup Harum ini memang tidak diceritakan di filmnya, tapi layer-nya cukup banyak. Sebenarnya tantangan utamanya adalah itu. Gimana aku munculin si perasaan itu dan karakter si Harum tersebut gitu,” bebernya.
Selain tuntutan pendalaman karakter, Denira juga harus menjalani tantangan fisik berupa adegan tari Ketuk Tilu. Persiapannya bahkan berlangsung sangat singkat karena workshop tari baru dilakukan pada hari pengambilan gambar.
“Terus yang kedua, tantangan buat aku sebenarnya narinya juga. Karena memang workshop-nya tuh di hari H syuting,” imbuhnya.
Denira mengaku tak memiliki dasar menari dan merasa tubuhnya cukup kaku. Karenanya, ia memanfaatkan kesempatan di lokasi untuk belajar langsung dari para penari Ketuk Tilu yang terlibat dalam produksi.
“Jadi saat syuting dan ada teman-teman dari penari Ketuk Tilu, aku sempat ikut nonton juga dan juga stretching-stretching sedikit gitu walaupun memang di pengadeganan memang nggak se-full itu gerakannya, tapi buat aku itu tantangan karena pertama kalinya aku menari di adegan suatu film gitu. Jadi buat aku itu cukup deg-degan sih syutingnya, karena di situ takut spoiler ya ceritanya, tapi ya pokoknya itu salah satu tantangan juga,” papar Denira.
Tantangan Denira tidak berhenti pada adegan tari. Ia juga harus menyesuaikan pembawaannya dengan karakter Harum yang berusia sekitar 19 hingga 20 tahun, sementara dirinya perlu menghadirkan sosok adik yang memiliki dinamika berbeda dengan karakter sebelumnya.
“Terus tantangan selanjutnya adalah di sini kan karakter aku usianya 19-20 tahun dan aku jadi adiknya Dito, gitu. Jadi gimana aku bikin lebih light dan lebih karakternya tuh pembawaan aku beda sama karakter-karakter sebelumnya di usia aku gitu. Sedikit PR pada saat itu karena kita kan seumuran, jadi terkadang masih suka keseleo terbawa karakter yang memang seusianya pada umumnya gitu. Mungkin kalau dari aku kayak gitu,” pungkas Denira.
Kontributor: Akhmad Sekhu




