Connect with us

Hot Topic

Densus Tangkap Tujuh Terduga Teroris di Empat Provinsi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, mengatakan Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap tujuh terduga teroris di empat provinsi dalam sepekan terakhir. Penangkapan dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya aksi teror di Indonesia.

“Pada tanggal 6, 7 dan 8 November 2020 Densus 88 Antiteror Polri telah melaksanakan preventive strike di empat wilayah sebagai bentuk atau upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme,” kata Awi, Senin, 9 November 2020. Keempat wilayah tersebut yakni Lampung, Sumatera Barat, Batam (Kepulauan Riau) dan Banten.

Empat terduga teroris yang ditangkap di Lampung yaitu SA (36), S (45), I (44) dan RK (34) diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Islamiah (JI). Keempatnya diamankan dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, yaitu Kota Metro, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu.

Densus juga menangkap AZ (45) yang diduga terlibat dalam jaringan JI di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. “AZ sebagai Ketua JI wilayah Barat,” kata Awi.

Sementara Densus 88 juga menangkap dua orang terduga teroris yaitu AD (39) dan MA (34) karena diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Keduanya ditangkap di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari pemeriksaan sementara, MA dan AD merupakan kakak beradik yang berencana untuk melakukan aksi amaliyah dengan menggunakan senjata dan bom. “Ada komunikasi antara AD dan adiknya, Saudara MA membahas serbuk putih bahan pembuatan bom,” ujarnya.

Para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 15 Jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c UU No. 5 Tahun 2018 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.

Sementara MA dan AD juga dikenakan pasal tambahan yakni Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api/ amunisi dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Polri Antisipasi Hoaks Usai Aksi Teror di Sulteng

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polri mengantisipasi penyebaran informasi hoaks usai aksi teror yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulteng.

Dalam hal ini, Polri sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti tokoh masyarakat maupun tokoh agama di daerah itu.

“Pertemuan dengan pihak MUI, FKUB, media termasuk Komnas HAM sudah dilakukan untuk meredam suasana agar tetap kondusif,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui keterangan resmi, Rabu (2/12).

Selain itu, Argo menyatakan pihaknya juga memberikan bantuan kepada masyarakat di sana. Selain pembagian sembako, ada pula program trauma healing untuk masyarakat di sana.

“Bantuan Sembako 400 paket dari Polda untuk masyarakat transmigrasi yang mengungsi di Dusun Levonu. Lalu perbaikan enam buah rumah tinggal atau pos pelayanan umat sudah mulai dilaksanakan inisiasi dari Polda untuk kecepatan serta bantuan proses pemakaman korban berupa empat peti mati dan bantuan duka air mata,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Inisiator Pengepung Rumah Mahfud MD Ketua FPI Pamekasan?

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ratusan warga mengepung rumah Menko Polhukam Mahfud MD, di Kelurahan Bugih, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (1/12).

Massa yang mengatasnamakan diri Pecinta Habib itu menolak pemanggilan Rizieq Shihab oleh polisi terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Dilansir Alinea.id, Warga Bugih Pemakasan Rahmat menyampaikan, massa tersebut merupakan simpatisan Rizieq Shihab.

Rahmat menyatakan, massa tersebut tidak membawa atribut yang menunjukkan identitas mereka. Rahmat hanya menyebut massa itu datang dari berbagai pesantren di Kabupaten Pamekasan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, inisiator penggerak massa untuk mengepung Rumah Ibunda Mahfud MD itu adalah Ketua DPW FPI Kab. Pamekasan, R .K.H. Moh. Ali Salim Syafiuddin.

Ali Salim diketahui merupakan Pengasuh Ponpes Al-Islah Beringin Pemekasan. Pria kelahiran 1 Juli 1978 itu merupakan putera dari KH Salim Syaifuddin yang notabene salah satu ulama berpengaruh di Madura, khususnya di daerah berlogan Bumi Gerbang Salam.

“(Ali Salim) Kiai lokal Madura yang tidak punya job di kalangan nahdliyyin,” kata keterangan dari narsum.

Ketua FPI Jawa Timur Mahdi al-Habsyi membantah organisasinya mengepung rumah Mahfud Md. Menurut Mahdi, tidak ada laporan dari FPI Pamekasan soal itu.

“Ini tidak benar, sebab tidak ada laporan ke jajaran pimpinan FPI Jawa Timur. Yang saya tahu itu dari masyarakat, bukan FPI,” kata Mahdi dilansir Tempo.co.

Tim Channel9.id sudah menghubungi pihak Polri untuk melakukan konfirmasi. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respon dari pihak Polri.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Para Pelaku Adzan Jihad Minta Maaf

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tujuh orang yang merupakan pelaku penyeru adzan jihad menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf resmi. Melalui sebuah video, tujuh pemuda asal Majalengka itu menyatakan permintaan maaf secara lisan dan tulisan.

“Kami meminta maaf kepada semua masyarakat atas video kami yang sempat viral sebelumnya,” kata salah satu pelaku membacakan surat permintaan maaf mereka dalam tayangan YouTube, Rabu (02/12).

Baca juga: Ketua MUI: Adzan Tidak Boleh Diubah Jadi Ajakan Jihad 

“Video kami yang sebelumnya sudah membawa-bawa nama agama, kami tidak ada tendensi apapun ketika membuat video itu. Kami tidak ada maksud untuk memfitnah, menuduh maupun menyerang pihak siapa pun,” sambungnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video berupa adzan dengan lafaz ‘Hayya Alal Jihad’ di media sosial. Sejumlah pihak mengecam video tersebut.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti meminta aparat keamanan menelusuri sejumlah video viral yang beredar luas di masyarakat.

Aparatur keamanan dapat melakukan penyelidikan dan memblokir supaya video azan tersebut tidak semakin beredar dan meresahkan masyarakat. Balitbang Kementerian Agama dapat segera meneliti,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis memyampaikan, redaksi adzan tidak boleh berubah menjadi ajakan jihad. Diketahui, beberapa waktu lalu, muncul sebuah video viral yang mengubah redaksi adzan menjadi ajakan jihad.

Dia menjelaskan, Nabi Muhammad tidak pernah mengubah redaksi adzan. “Bahkan saat perang pun, tidak ada redaksi adzan yang diubah,” kata Cholil, Selasa (1/12).

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC