google/nadiem
Hukum

Di Balik Proyek Chromebook: Saksi Ungkap Cara Google Mendulang Cuan

Channel9.id, Jakarta. Strategic Partner Manager Google for Education, Ganis Samoedra Murharyono, memaparkan dari mana Google memperoleh pendapatan dalam proyek digitalisasi pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ia menjelaskan bahwa pemasukan utama Google dalam program tersebut berasal dari penjualan lisensi Chrome Device Management (CDM). Setiap lisensi CDM dijual dengan harga sekitar US$38 per perangkat, dan total nilai penjualan dihitung berdasarkan jumlah unit yang dibeli dalam proses pengadaan.

Dalam persidangan, jaksa menanyakan, “US$38 untuk satu lisensi pada satu unit. Kalau pengadaannya 1,2 juta unit, dikalikan US$38, itu keuntungan Google?” Ganis menjawab, “Betul.” Ia juga mengonfirmasi bahwa Google memberikan potongan harga kepada mitra pembeli lisensi CDM sebesar 20 persen. Jaksa kemudian mencontohkan, “Jadi misalnya prinsipal Acer dapat diskon 20 persen?” Ganis menegaskan bahwa pihak seperti Acer atau Bhinneka hanya membayar 80 persen dari harga tersebut kepada Google.

Selain dari penjualan lisensi CDM, Ganis mengungkapkan bahwa Google berkesempatan memperoleh pemasukan tambahan melalui program sertifikasi guru. Menurutnya, terdapat tiga jenjang sertifikasi, yaitu level 1, level 2, dan level 3, di mana sebagian di antaranya berbayar. Saat jaksa bertanya apakah hal tersebut kembali menjadi sumber keuntungan Google, Ganis menjawab bahwa hal itu benar, asalkan ada peserta yang mengikuti sertifikasi berbayar.

Persidangan tersebut tidak merinci berapa total keuntungan Google dari penjualan CDM maupun sertifikasi guru. Sementara dalam dakwaan jaksa, kerugian negara dari proyek pengadaan Chromebook antara lain dikaitkan dengan pembelian lisensi CDM senilai Rp621 miliar yang dinilai tidak memberikan manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  1  =  8