Channel9.id, Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia sastra Indonesia. Sastrawan sekaligus dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ), Helvy Tiana Rosa, kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Ia terpilih menerima Anugerah Tokoh Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara 2026 dari Kerajaan Negeri Sabah, Malaysia.
Penghargaan tingkat ASEAN tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Helvy dalam mengembangkan kesusastraan, persuratan, serta kesenian Islam di kawasan Asia Tenggara.
Dilansir dari situs resmi UNJ, penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kerajaan Tempatan dan Perumahan Negeri Sabah, Datuk Dr. Haji Mohd. Arifin bin Datuk Haji Mohd Arif, pada Sabtu (31/10/2026) di Membakut, Sabah, Malaysia. Penganugerahan ini merupakan bagian dari rangkaian Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara yang berlangsung pada 28-31 Oktober 2026.
Lebih dari 40 Tahun Mengabdikan Diri untuk Sastra
Bagi Helvy, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga menjadi pengingat atas perjalanan panjangnya selama lebih dari empat dekade dalam dunia literasi.
Melalui karya-karyanya, ia konsisten menjadikan sastra sebagai medium untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, memperjuangkan martabat perempuan, dan membangun kesadaran sosial masyarakat.
Helvy mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Kerajaan Negeri Sabah. Baginya, pengakuan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia meyakini bahwa sastra memiliki kekuatan untuk menyatukan manusia tanpa dibatasi perbedaan budaya, bahasa, maupun kebangsaan. Lebih dari sekadar keindahan kata, sastra dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan empati, memperkuat nilai kemanusiaan, dan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.
Dedikasi Helvy dalam dunia sastra tercermin melalui produktivitasnya sebagai penulis. Hingga kini, ia telah menghasilkan lebih dari 100 buku dalam berbagai genre, mulai dari puisi, cerpen, novel, hingga karya-karya bertema sosial dan kemanusiaan.
Namanya juga lekat dengan gerakan literasi nasional melalui pendirian Forum Lingkar Pena (FLP). Organisasi ini menjadi salah satu ruang pengembangan penulis yang telah melahirkan dan membina banyak generasi kreator literasi di berbagai daerah di Indonesia.
Konsistensi tersebut mengantarkan Helvy pada berbagai pengakuan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pada Oktober 2026, buku karyanya yang berjudul Gaza: Suatu Malam di Jakarta berhasil meraih penghargaan National Book of the Year dalam ajang IKAPI Award 2026. Penghargaan ini sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra dapat menghadirkan isu kemanusiaan yang melampaui batas wilayah dan kebangsaan.
Tak hanya itu, Helvy juga masuk dalam daftar The World’s 500 Most Influential Muslims edisi 2026 yang diterbitkan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), Amman, Yordania.
Pengakuan tersebut semakin memperkuat kiprahnya sebagai sastrawan Indonesia yang berkontribusi dalam pengembangan literasi, sastra, dan kebudayaan Islam.
Sebagai dosen Universitas Negeri Jakarta, Helvy menunjukkan bahwa kontribusi seorang akademisi tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan lingkungan kampus. Melalui karya kreatif, gerakan literasi, serta diplomasi kebudayaan, seorang akademisi juga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Penghargaan dari Kerajaan Negeri Sabah ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi UNJ sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang terus mendorong sivitas akademika untuk berkontribusi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Capaian Helvy Tiana Rosa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan generasi muda Indonesia untuk terus berkarya, mengembangkan tradisi literasi Nusantara, serta menjadikan sastra sebagai kekuatan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.




