Kegagalan Tidak Surutkan Ramdhan Jadi Lulusan Terbaik IPDN
Nasional

Dua Kali Gagal Masuk IPDN, Ramdhan Bangkit hingga Jadi Lulusan Terbaik

Channel9.id-Jatinangor. Kegagalan dua kali dalam seleksi masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tak membuat Muhammad Ramdhan menyerah. Berbekal tekad dan dukungan penuh dari kedua orang tuanya, ia akhirnya lolos pada percobaan ketiga dan berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Ramdhan mengaku telah bercita-cita menjadi Praja IPDN sejak lama. Sebagai putra daerah, ia hampir setiap hari melewati gerbang kampus IPDN di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pemandangan itu justru semakin menguatkan keinginannya untuk menjadi bagian dari civitas academica kampus tersebut.

“Di tahun pertama [tes masuk] saya merasa down karena saya telah mempersiapkannya dengan cukup baik, mulai dari belajar untuk tes, namun qadarullah belum rezekinya untuk lulus,” ujar Ramdhan di Kampus IPDN, Jumat (31/7/2026).

Saat gagal pada percobaan pertama, Ramdhan mengaku sempat terpuruk. Namun, sang ayah yang merupakan pensiunan Polri berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dan ibunya yang merupakan pensiunan guru terus memberikan semangat agar tidak menyerah dan kembali mencoba.

Sambil menunggu seleksi berikutnya, Ramdhan melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Bogor. Di sela aktivitas perkuliahan, ia tetap mempersiapkan diri dengan belajar dan menjaga kebugaran fisik. Meski kembali gagal pada percobaan kedua, dukungan orang tua tak pernah surut.

“Alhamdulillah kedua orang tua tidak pernah marah ataupun menyalahkan saya ketika saya gagal. [Orang tua bilang] hasil yang baik itu pasti akan datang di waktu yang tepat,” katanya.

Bagi Ramdhan, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Ia justru memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mempelajari pola soal Computer Assisted Test (CAT), melatih manajemen waktu, dan memperbaiki strategi menghadapi seleksi.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2022, Ramdhan diterima sebagai Calon Praja IPDN Angkatan XXXIII.

“Setiap kali melewati kampus itu, keinginan untuk berjuang kembali itu selalu muncul. Akhirnya lulus di tahun ketiga,” ujarnya.

Ramdhan juga menegaskan proses seleksi masuk IPDN tidak dipungut biaya. Selama mengikuti tiga kali seleksi, ia hanya mengeluarkan biaya transportasi dan mengikuti ketentuan pembayaran Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Seluruh biaya pendidikan, asrama, hingga seragam selama menjalani pendidikan di IPDN ditanggung negara.

“Tes gratis, dimulai dari pendaftaran SPCP (Seleksi Penerimaan Calon Praja), untuk kehidupan di IPDN ini mulai dari tinggal di asrama dan seragam pun dibiayai oleh negara,” tuturnya.

Selama menjalani pendidikan di Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Ramdhan berpegang pada prinsip konsisten dan belajar dengan sungguh-sungguh. Komitmen tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Sapta Abdi Praja sebagai salah satu dari sembilan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orang tuanya. Terlebih, Ramdhan berkesempatan dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebuah momen yang sebelumnya hanya menjadi harapan sederhana sang ibu.

“Suatu ketika saya sedang berbicara santai, ibu saya secara spontan (bilang) ingin saya dilantik langsung oleh presiden. Saya tidak menyangka bahwa dari obrolan santai itu menjadi doa yang didengar dan dikabulkan oleh Allah,” tutupnya.

Baca juga: Wujudkan Mimpi Sang Ayah, Charina Anggie Jadi Lulusan Terbaik IPDN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  13  =  22