Nasional

Duduk Perkara Debat Purbaya Vs Trenggono, Berakhir Damai lewat Unggahan Foto Bareng

Channel9.id – Jakarta. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono terlibat perdebatan jarak jauh terkait realisasi dan sumber pendanaan pembangunan kapal. Perdebatan ini bermula dari pernyataan Purbaya dalam forum Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026), yang mempertanyakan belum adanya pesanan kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke galangan domestik.

Dalam forum tersebut, Purbaya bertanya kepada pengusaha galangan yang hadir apakah sudah ada yang menerima proyek pembangunan kapal dari KKP. Beberapa peserta forum menjawab belum ada pesanan yang masuk.

“Kan Aneh, enggak masuk akal, uangnya gue keluarin. Ini mungkin kalian kurang aktif atau gimana nih? Kenapa KKP belum ada order ke sana?” kata Purbaya dalam acara tersebut.

Purbaya mengungkapkan berdasarkan arahan Presiden, terdapat sekitar 2.491 kapal berusia lebih dari 25 tahun yang perlu segera diganti. Kemudian, presiden mempertanyakan berapa kapal yang harus diganti oleh domestik.

“Kalau saya melihat kondisi galangan kapal domestik mungkin seperseratusnya, mungkin lebih sedikit lagi. Alasannya harganya mahal, bahan bakunya mahal, dipajakin, kan kalau gitu bisa datangi saya, kalau perlu saya subsidi,” jelas Purbaya.

Purbaya menekankan subsidi akan diberikan jika memang diperlukan, selama tidak melakukan pembelian kapal dari luar negeri. Ia bahkan membuka peluang pemberian dukungan hingga subsidi apabila diperlukan.

“Asalkan dia (KKP) jangan beli kapal luar negeri lagi, kalau beli kapal luar negeri lagi, rugi saya,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Trenggono menyindir Purbaya untuk lebih memahami dan cerdas terkait dana pembangunan kapal saat ini berasal dari pinjaman luar negeri. Trenggono menyebut pendanaan proyek kapal berasal dari pinjaman Inggris atau UK.

“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda faham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tulis Trenggono melalui unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya, @swtrenggono, Selasa (10/2/2026).

Trenggono lantas menyindir Purbaya untuk menanyakan perihal pendanaan tersebut kepada anak buahnya di Kemenkeu.

“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, bener gak itu uang kapal sudah dikucurkan?” lanjut Trenggono.

Purbaya kemudian merespons sindiran Trenggono. Ia menyatakan belum melihat adanya realisasi pemesanan kapal meski program tersebut sering dipromosikan.

“Ya saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke galangan, ada enggak yang diorder? Belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan, saya enggak tahu,” ujar Purbaya, Rabu (11/2/2026).

Ia menyebut akan memeriksa kembali data di internal Kementerian Keuangan dan menegaskan bahwa skema pinjaman tetap melalui mekanisme di kementeriannya.

“Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Karena sebagian katanya uangnya ke pinjaman, tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap aja,” katanya.

Ketegangan tersebut kemudian mereda setelah Trenggono mengunggah pernyataan bahwa Purbaya mengakui kekeliruan data serta memperlihatkan keduanya duduk bersama. Unggahan itu disertai ajakan kembali bekerja.

“That’s all folks. Back to work ya,” ujar Trenggono dengan simbol jempol di ujung kalimat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Inggris mendukung rencana Indonesia membangun 1.500 kapal ikan usai pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London, Selasa (20/1/2026). Pernyataan itu menjadi bagian dari konteks rencana investasi besar di sektor maritim.

“Mereka akan dukung rencana kita untuk membangun pertama 1.500 kapal ikan karena kita mau besar-besaran investasi itu,” kata Prabowo di London, Inggris.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  66  =  73