Connect with us

Hot Topic

Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Akan Didakwa Hari Ini

Published

on

Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Akan Didakwa Hari Ini

Channel9.id-Jakarta. Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Selasa (2/3) akan menuntut eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Jaksa KPK Takdir Suhan mengatakan, Nurhadi dan Rezky bakal hadapi tuntutan kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang rencananya akan digelar pada pukul 16.00 WIB.

“Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan rencananya digelar sore hari,” ujarnya  saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (2/3).

Baca juga : Polisi Gelar Perkara Kasus Nurhadi Aniaya Pegawai Rutan KPK

Jaksa KPK meyakini Nurhadi dan Rezky menerima suap dan gratifikasi sesuai dengan surat dakwaan yang telah dibacakan. Jaksa juga optimis telah membuktikan perbuatan suap dan gratifikasi keduanya di persidangan.

“Kami selaku tim JPU sangat yakin dan optimis untuk membuktikan semua uraian dakwaan yang kami dakwakan pada kedua terdakwa,” kata Jaksa Takdir.

Menurut Jaksa Takdir, pihaknya telah membuktikan penerimaan suap dan gratifikasi Nurhadi dan Rezky berdasarkan alat bukti yang diperlihatkan di persidangan.

“Bahwa semua alat bukti yang kami hadirkan di depan persidangan hingga sidang hari ini telah sangat cukup untuk bisa meyakinkan Majelis Hakim,” kata Takdir.

Dalam pembacaan tuntutan nanti, Takdir menyebut akan menguraikan lebih detail tindakan penerimaan suap dan gratifikasi yang dilakukan Nurhadi dan Rezky.

“Nantinya dalam surat tuntutan, tim JPU akan secara detail menguraikan semua unsur perbuatan para terdakwa sebagaimana surat dakwaan,” ucap dia.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 45.726.955.000. Suap dan gratifikasi tersebut diberikan Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) untuk membantu Hiendra mengurus perkara.

Selain menerima suap senilai Rp 45 miliar lebih, Nurhadi dan Rezky didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 37,2 miliar. Gratifikasi diterima selama 3 tahun sejak 2014 hingga 2017. Uang gratifikasi ini diberikan oleh 5 orang dari perkara berbeda.

Jika ditotal penerimaan suap dan gratifikasi, keduanya menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp 83.013.955.000.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

AHY Masuk 5 Besar Capres, Demokrat: Kami Sudah di Jalur yang Tepat

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra), Herzaky Mahendra Putra merespons hasil survei Indonesian Political Opinion (IPO) yang menempatkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam lima besar tokoh untuk diusung pada pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Herzaky menilai hasil survei itu menunjukkan bahwa kerja-kerja politik Partai Demokrat mendapat atensi dan apresiasi publik. Namun, ia mengatakan, hasil tersebut tidak akan membuat partainya berpuas diri.

“Malah hasil ini membuat kami semakin terpacu mengingat meningkatnya rasa percaya, kepercayaan dari masyarakat yang menitipkan harapannya kepada kami,” kata dia dalam keterangannya, Minggu (11/4).

“Setahun Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketum AHY, semakin menunjukkan hasil nyata. Ini menunjukkan kami sudah di jalur yang tepat,” sambung dia.

Meski demikian, Herzaky menganggap masih terlalu dini untuk memikirkan pemilihan presiden di tengah situasi sulit pandemi Covid 19.

Saat ini, Herzaky mengatakan, partainya masih fokus membantu rakyat sebisanya dalam melawan pandemi.

“Masih terlalu dini bagi kami berpikir ke arah sana (Pilpres) di tengah situasi berat yang dialami rakyat akibat pandemi ini,” kata dia.

Berdasarkan survei IPO, AHY masuk ke lima besar nama bursa pilpres 2024. Selain AHY, dalam daftar tersebut, ada beberapa nama tokoh muda, seperti Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil.

Dengan hasil itu pula, Herzaky mengatakan, tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa wajah baru yang muda bisa tampil di Pilpres.

”Dengan tampilnya pemimpin muda ke pentas nasional, diharapkan bisa memberikan ide-ide segar, tapi tentu tetap menginjak bumi, sehingga bisa memberikan solusi yang bukan saja baik secara konsep, melainkan juga benar-benar dapat diterapkan dan bermanfaat,” kata dia.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Gempa Jatim, Jokowi Instruksikan Segera Lakukan Langkah Tanggap Darurat

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan jajarannya mulai dari Kepala BNPB, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Panglima TNI dan Kapolri, hingga pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan jajarannya untuk mencari dan menemukan korban yang tertimpa reruntuhan dan segera melakukan perawatan pada korban luka-luka dan juga penanganan dampak dari adanya gempa bumi tersebut.

“Saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia,” ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/04).

Baca juga: Pasca Gempa, Pemkab Malang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 

Jokowi menyebut dirinya telah mendapatkan laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengenai terjadinya gempa berkekuatan Magnitudo 6,1 yang terjadi di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu, 10 April 2021 kemarin.

“Saya juga tadi mendapatkan laporan juga bahwa terjadi gempa susulan pagi hari tadi,”katanya.

Jokowi pun kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada di wilayah cincin api atau ring of fire sehingga aktivitas alam seperti gempa bumi dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, Presiden meminta kepada jajaran di daerah untuk senantiasa mengimbau masyarakat untuk tanggap bencana.

“Oleh sebab itu, saya mengingatkan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk terus mengimbau masyarakat untuk mempererat kerja sama dan meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan akan datangnya sebuah bencana,” tandasnya.

Continue Reading

Hot Topic

Pasca Gempa, Pemkab Malang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Published

on

By

Pasca Gempa, Pemkab Malang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Channel9.id-Malang. Usai peristiwa gempa bumi 6,1 SR yang terjadi pada hari Sabtu kemarin yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan menghancurkan banyak bangunan, Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur menetapkan status tanggap darurat bencana .

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono mengatakan sebanyak 21 kecamatan di wilayah tersebut terdampak gempa dengan pusat gempa di barat daya daerah itu.

“Kami menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi,” kata Sadono, Minggu (11/4/21).

Sebanyak 21 kecamatan tersebut, lanjut Sadono, beberapa di antaranya adalah di Gondanglegi, Sumberpucung, Gedangan, Turen, Dampit dan Poncokusumo. Selain itu juga di Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Wagir, Wajak, dan Jabung.

Baca juga : Minggu Pagi Gempa Susulan 5,5 Magnitudo kembali Guncang Malang

Gempa yang mengguncang beberapa wilayah di Jawa Timur tersebut, menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia. Di Kabupaten Malang, tercatat ada tiga korban yang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi itu.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, hingga pukul 22.00 WIB, Sabtu (10/4), selain menyebabkan tiga orang meninggal dunia, tercatat ada delapan orang mengalami luka-luka.

Selain itu, tercatat kerusakan terjadi pada 14 unit sekolah, delapan unit fasilitas kesehatan dan enam unit fasilitas umum. Kemudian 355 unit rumah rusak ringan, 80 rumah rusak sedang, 27 rumah rusak ringan dan 26 rumah ibadah rusak.

Sadono menambahkan, pihaknya telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan, dan koordinasi lintas sektoral. Kemudian, BPBD Kabupaten Malang juga telah mendirikan posko tanggap darurat bencana. BPBD bersama TNI, Polri dan OPD terkait serta relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat bencana.

“Ada sejumlah kebutuhan warga yang mendesak, seperti terpal, makanan dan minuman, termasuk pembersih puing-puing. Saat ini data masih bergerak, dan terus dilakukan pembaharuan (update),” ujar Sadono.

Continue Reading

HOT TOPIC